HEADLINEPurwakarta
Trending

Viral Pengeroyokan di Purwakarta: Polisi Ungkap Motif Dendam Tawuran Perang Sarung

PURWAKARTA, RAKA – Kasus pengeroyokan akibat dendam lama tawuran perang sarung menggegerkan warga Kabupaten Purwakarta dan mencuat di media sosial. Seorang pemuda menjadi korban serangan brutal saat tengah memperbaiki sepeda motor di sebuah bengkel.

Peristiwa itu terjadi di Bengkel SJM Motor, Jalan Kapten Halim, Kecamatan Purwakarta, Minggu (22/2) sekitar pukul 17.00 WIB. Korban berinisial RF (19) diserang secara tiba-tiba oleh dua pelaku berinisial RD (21) dan AB (19).

Unit Jatanras Satreskrim Polres Purwakarta berhasil menangkap kedua pelaku di kawasan Simpang Pasar Rebo, Kelurahan Nagrikidul, Kecamatan Purwakarta pada Kamis (26/2).

Baca Juga: Berburu Kuliner di Desa Cibingbin Purwakarta, Pusatnya Perajin Sate Maranggi dengan Cita Rasa Khas

Kasat Reskrim Polres Purwakarta, Uyun Saeful Uyun, menjelaskan bahwa korban tidak sempat melakukan perlawanan karena serangan datang secara mendadak.

“Korban saat itu sedang memperbaiki sepeda motor di bengkel. Tiba-tiba kedua pelaku datang dan langsung melakukan pengeroyokan,” ujar Uyun, Sabtu (28/2).

Ia menerangkan, pelaku menendang dan memukulm korban pada bagian wajah hingga terjatuh, hingga RF mengalami luka di bagian muka dan tubuhnya.

Uyun mengungkapkan bahwa motif kekerasan tersebut akibat konflik lama antara pelaku dan korban. Berdasarkan hasil penyelidikan, keduanya menyimpan dendam terkait insiden tawuran perang sarung yang terjadi sebelumnya.

Tonton Juga: Akses Jalan Putus jadi Spot untuk Memancing

“Motifnya karena dendam dari tawuran perang sarung sebelumnya, sehingga pelaku melakukan penganiayaan secara bersama-sama,” tegasnya.

Setelah pelacakan, polisi berhasil mengamankan RD dan AB tanpa perlawanan. Polisi menetapkan pelaku sebagai tersangka, dan menahannya di Mapolres Purwakarta untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.

Atas perbuatannya, kedua tersangka dijerat pasal pengeroyokan dengan ancaman hukuman penjara maksimal tujuh tahun.

Selain mengusut tuntas kasus ini, pihak kepolisian juga meningkatkan patroli malam hari selama bulan Ramadan guna mencegah potensi konflik antar remaja.

“Kami tingkatkan patroli malam untuk mengantisipasi gangguan kamtibmas selama bulan suci Ramadan,” pungkas Uyun. (yat)

Related Articles

Back to top button