
PURWAKARTA, RAKA – Memasuki pertengahan Ramadan 1447 H/2026 M, daya beli masyarakat di Pasar Rebo mulai tertekan akibat harga kebutuhan pokok yang belum juga turun. Di sana, lonjakan harga daging sapi dan ayam potong masih menjadi keluhan utama pembeli.
Pantauan di lapangan menunjukkan harga daging sapi lokal kini bertahan di angka Rp140 ribu per kilogram. Angka tersebut lebih tinggi dari sebelum Ramadan yang masih berada di bawah Rp130 ribu per kilogram. Para pedagang menilai kenaikan ini karena meningkatnya permintaan selama bulan puasa.
Salah seorang pedagang daging sapi, Maman, mengatakan tren kenaikan harga sudah menjadi pola tahunan setiap menjelang Ramadan dan Lebaran. Ia menyebut harga kemungkinan masih akan bergerak naik mendekati Idulfitri.
Baca Juga: Berburu Kuliner di Desa Cibingbin Purwakarta, Pusatnya Perajin Sate Maranggi dengan Cita Rasa Khas
“Biasanya kalau sudah mau Lebaran bisa tembus Rp160 ribu sampai Rp170 ribu per kilo. Sekarang saja sudah Rp140 ribu,” ujarnya, Selasa (3/3).
Tak hanya daging sapi, harga ayam potong juga belum stabil. Saat ini ayam dijual di kisaran Rp40 ribu hingga Rp45 ribu per kilogram, tergantung ukuran. Pedagang ayam, Dadan, mengungkapkan kenaikan harga berdampak pada volume penjualan hariannya.
Ia menjelaskan bahwa pada akhir pekan penjualan masih bisa mencapai sekitar 120 ekor. Namun pada hari biasa, jumlahnya menurun drastis menjadi sekitar 60 hingga 70 ekor per hari. “Weekend masih lumayan, hampir seperti biasanya. Tapi kalau hari biasa sepi,” katanya.
Kondisi tersebut membuat sebagian warga harus menyesuaikan pola belanja. Aminah, salah seorang pembeli, mengaku tetap membeli daging sapi meski harga dirasa cukup memberatkan. Ia mengatakan kebutuhan keluarga membuatnya tidak punya banyak pilihan.
Tonton Juga: TAMAN CADAS MALANG TAK TERURUS LAGI
“Biasanya beli dua kilo buat konsumsi di rumah. Memang terasa berat, tapi tetap beli karena sudah kebutuhan,” tuturnya.
Sejumlah pembeli lain memilih beralih ke daging sapi beku yang harganya lebih murah, yakni sekitar Rp130 ribu per kilogram. Meski selisih harga tidak terlalu jauh, alternatif tersebut cukup membantu mengurangi pengeluaran selama Ramadan.
Para pedagang berharap harga kebutuhan pokok segera stabil agar daya beli masyarakat kembali pulih. Mereka menilai stabilitas harga sangat penting untuk menjaga perputaran ekonomi di pasar tradisional tetap bergairah hingga menjelang Hari Raya Idulfitri. (yat)



