Purwakarta
Trending

Teror Ranjau Paku di Purwakarta Viral, Begini Respons Cepat Kepolisian

‎PURWAKARTA, RAKA – Aksi penaburan ranjau paku di jalur strategis Purwakarta mendadak viral di media sosial dan memicu kekhawatiran publik. Menjelang puncak arus mudik Lebaran 1447 H, kejadian ini menjadi sorotan serius karena berpotensi membahayakan keselamatan pengendara.

‎Merespons laporan warga yang ramai diperbincangkan, jajaran Polres Purwakarta melalui Satgas Preventif Sat Samapta langsung bergerak cepat ke lokasi di Perempatan Haji Iming, Rabu (25/3).

‎Tanpa menunggu lama, petugas melakukan penyisiran intensif di sepanjang jalan dan membersihkan paku-paku yang diduga sengaja ditebar oleh pihak tak bertanggung jawab.

‎Peristiwa ini menjadi perbincangan hangat di media sosial karena dinilai membahayakan pengguna jalan, terutama pemudik yang melintas pada malam hingga dini hari.

‎Pihak kepolisian menilai bahwa kejadian ini bukan sekadar gangguan biasa, melainkan ancaman nyata terhadap keamanan lalu lintas.

‎Selain membersihkan ranjau paku, petugas juga melakukan pengaturan arus kendaraan guna mencegah kemacetan dan menghindari kecelakaan beruntun akibat ban bocor mendadak.

‎Kapolres Purwakarta, I Dewa Putu Gede Anom Danujaya, melalui Kasi Humas Enjang Sukandi menegaskan bahwa langkah cepat tersebut merupakan bagian dari strategi preventif dalam Operasi Ketupat Lodaya 2026.

‎“Kami selalu menekankan kepada seluruh personel untuk sigap merespons setiap laporan masyarakat,” ujar Enjang.

‎Ia juga menegaskan secara langsung bahwa keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama, terutama di momen krusial seperti arus mudik dan balik Lebaran.

‎Menurutnya, tanpa peran aktif masyarakat, upaya menjaga keamanan tidak akan berjalan maksimal. Ia pun mengimbau warga agar tetap waspada terhadap potensi kejahatan jalanan.

‎“Kami mengajak masyarakat untuk segera melaporkan jika menemukan hal mencurigakan. Keselamatan di jalan adalah tanggung jawab bersama,” tegasnya.

‎Kasus ranjau paku ini menjadi peringatan keras bahwa ancaman di jalan raya masih nyata, bahkan di tengah pengamanan besar-besaran pada momen Lebaran.

‎Kehadiran polisi yang cepat di lokasi memang mampu meredam situasi. Namun di sisi lain, muncul pertanyaan: siapa pelaku di balik aksi berbahaya ini, dan apakah kejadian serupa masih mengintai di titik lain?

‎Dengan meningkatnya mobilitas masyarakat, kewaspadaan menjadi kunci utama. Perjalanan aman bukan hanya bergantung pada petugas, tetapi juga kesadaran setiap pengguna jalan. (yat)

Related Articles

Back to top button