HEADLINE
Trending

Data Terbaru BPS 2025: Rincian Jumlah Sekolah, Guru, dan Faskes di Kabupaten Karawang

KARAWANG, RAKA- Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Karawang merilis gambaran kondisi pendidikan dan kesehatan masyarakat tahun 2025 yang menunjukkan pentingnya penguatan sarana dan sumber daya manusia guna menunjang kualitas layanan dasar.

‎‎Statistisi Ahli Muda BPS Karawang, Prima Rudiansah mengatakan, bahwa sektor pendidikan masih menjadi salah satu pilar utama dalam meningkatkan kecerdasan bangsa sekaligus mendorong mobilitas sosial masyarakat. Menurutnya, peningkatan angka partisipasi sekolah harus diimbangi dengan ketersediaan fasilitas pendidikan dan tenaga pengajar yang memadai. ‎

“Pada tahun 2025, jumlah Sekolah Dasar (SD) negeri dan swasta di Kabupaten Karawang mencapai 1.153 sekolah dengan total 12.121 guru,”katanya, Minggu (5/4).‎

‎Selain itu, jumlah Sekolah Menengah Pertama (SMP) tercatat sebanyak 290 sekolah dengan 5.037 tenaga pengajar. Sementara untuk jenjang Sekolah Menengah Atas (SMA), terdapat 92 sekolah dengan jumlah guru sebanyak 2.080 orang.

‎‎Di sektor kesehatan, Prima menjelaskan bahwa keberadaan fasilitas kesehatan seperti rumah sakit dan puskesmas menjadi penopang utama dalam menjaga kesehatan masyarakat.

Selain itu, layanan kesehatan juga didukung oleh berbagai sarana lain seperti rumah bersalin, puskesmas pembantu, apotek, posyandu, klinik, balai pengobatan, hingga polindes. ‎

“Jumlah rumah sakit umum di Kabupaten Karawang pada tahun 2025 tercatat sebanyak 23 unit, sedangkan puskesmas rawat inap berjumlah 39 unit,”paparnya.‎

‎Dari sisi tenaga kesehatan, sambungnya, jumlah tenaga medis tercatat sebanyak 214 orang. Sementara itu, tenaga kesehatan lainnya terdiri dari 452 perawat, 910 bidan, 69 tenaga farmasi, dan 47 ahli gizi.

‎‎Lebih lanjut, Prima menambahkan bahwa kehidupan beragama di Kabupaten Karawang terus dikembangkan sebagai bagian dari upaya pembinaan masyarakat dalam menghadapi berbagai persoalan sosial dan budaya.

‎“Kehidupan beragama diharapkan mampu menjadi landasan dalam mengatasi berbagai tantangan sosial yang dapat menghambat kemajuan bangsa, sejalan dengan falsafah bangsa Indonesia,”tutupnya. (zal)

Related Articles

Back to top button