Purwakarta
Trending

Cara Unik Komunitas Kopel Purwakarta Maknai Literasi: Baca Realitas Lewat Karya Seni

PURWAKARTA, RAKA – Upaya mendorong kepedulian generasi muda terhadap isu sosial dan lingkungan terus digaungkan. Salah satunya melalui kegiatan “Membaca Bumi Kartini 2026” yang digelar oleh Komunitas Pena dan Lensa Purwakarta (Kopel) di Bale Sawala Yudistira, halaman Pemda Kabupaten Purwakarta, Minggu (5/4).

Mengusung tema “Membangun Intuisi dengan Kekuatan Pena dan Lensa”, kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang berkumpul, tetapi juga ruang bagi anak muda untuk mengekspresikan gagasan dan keresahan mereka melalui karya.

Koordinator Umum Kopel, Rangga Maulana Iksan, menegaskan bahwa kegiatan ini dirancang sebagai wadah kolaboratif lintas minat. Ia menyebut, generasi muda perlu didorong untuk lebih peka terhadap realitas di sekitarnya.

“Ini ruang belajar bersama untuk membaca realitas, baik lewat tulisan, teater, maupun karya audio visual,” ujarnya, Senin (6/4).

Menurutnya, semangat yang diangkat tidak lepas dari nilai-nilai perjuangan Raden Ajeng Kartini, khususnya dalam hal keberanian berpikir dan menyuarakan gagasan.

Berbeda dari kegiatan seremonial pada umumnya, acara ini justru menghadirkan ruang dialog yang lebih hidup. Ragam ekspresi ditampilkan, mulai dari pameran fotografi dan karya tulis, pertunjukan teater, pembacaan puisi, hingga musik yang membawa pesan kritik sosial.

Salah satu penampilan yang mencuri perhatian datang dari 41Killaz yang menyuguhkan nuansa reflektif terhadap kondisi sosial saat ini.

Pendiri Kopel yang juga Ketua Komite Ekonomi Kreatif (Ekraf) Kabupaten Purwakarta, Hadi Albulaqi, menyampaikan bahwa literasi harus dimaknai lebih luas, tidak sekadar membaca teks.

Ia secara langsung mengajak generasi muda untuk lebih peka terhadap kondisi lingkungan dan sosial yang terus berubah.

“Membaca bukan hanya soal teks, tapi bagaimana kita memahami realitas. Bumi hari ini sedang ‘bercerita’, dan kita harus bisa meresponsnya melalui karya,” ungkapnya.

Ia juga menambahkan, kegiatan ini menjadi bagian dari perjalanan Kopel menuju satu dekade keberadaannya. Secara tidak langsung, momentum ini dimanfaatkan untuk memperkuat peran komunitas sebagai ruang tumbuh bersama.

“Harapannya, Kopel terus hadir di tengah masyarakat, menjadi tempat belajar, berkarya, dan bergerak bersama,” tambahnya.

Kegiatan ditutup dengan sesi diskusi terbuka yang membahas peran strategis generasi muda dalam menghadapi berbagai tantangan, mulai dari isu lingkungan hingga perkembangan literasi di era digital.
Ratusan pengunjung dari berbagai komunitas tampak hadir dan mengikuti rangkaian acara hingga selesai.

Antusiasme yang tinggi menunjukkan bahwa ruang-ruang kreatif seperti ini masih sangat dibutuhkan sebagai medium penyampai gagasan sekaligus gerakan sosial di kalangan anak muda. (yat)

Related Articles

Back to top button