
KARAWANG, RAKA – Kepala UPTD Kebersihan Wilayah I Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Karawang Erwin mengakui masih rendahnya tingkat kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan, khususnya terkait kebiasaan membuang sampah pada tempatnya di wilayah perkotaan.
Kondisi tersebut dibuktikan dengan masih ditemukannya sejumlah titik pembuangan sampah liar yang tersebar di beberapa lokasi.
Salah satu titik yang menjadi perhatian berada di sekitar saluran irigasi KW 6. Di lokasi tersebut, tumpukan sampah terlihat menumpuk dan berpotensi mencemari lingkungan serta mengganggu estetika kawasan. Selain menimbulkan bau tidak sedap, keberadaan sampah liar juga berisiko menghambat aliran air dan memicu terjadinya genangan, terutama saat curah hujan tinggi.
Menindaklanjuti kondisi tersebut, pihak DLH Karawang melalui UPTD Kebersihan Wilayah I telah melakukan pengangkutan sampah pada Selasa (28/4). Dalam kegiatan tersebut, dikerahkan sebanyak enam unit truk pengangkut sampah serta satu unit alat berat guna mempercepat proses pembersihan.
Penggunaan alat berat dinilai sangat diperlukan mengingat volume sampah yang cukup besar serta kondisi sampah yang bercampur dengan material dari aliran sungai.
Erwin mengatakan, keterlambatan penanganan di lokasi tersebut bukan tanpa alasan. Pihaknya harus menyesuaikan jadwal operasional armada serta memastikan ketersediaan alat berat sebelum melakukan pengangkutan. Selain itu, jenis sampah yang berada di area irigasi umumnya dalam kondisi basah, sehingga membutuhkan metode penanganan khusus agar proses pengangkutan dapat berjalan efektif dan efisien.
“Kami harus melihat jadwal kosong terlebih dahulu karena keterbatasan armada dan alat. Sampah di lokasi tersebut juga berasal dari aliran sungai dan dalam kondisi basah, sehingga harus menggunakan alat berat untuk memudahkan proses pengangkutan. Namun, saat ini seluruh sampah di titik tersebut sudah berhasil kami angkut,” katanya, Rabu (29/4).
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa persoalan sampah bukan semata menjadi tanggung jawab Dinas Lingkungan Hidup, melainkan merupakan tanggung jawab bersama antara pemerintah dan masyarakat. Ia menekankan pentingnya peran aktif warga dalam menjaga kebersihan lingkungan dengan tidak membuang sampah sembarangan, terutama di saluran air dan fasilitas umum.
Menurutnya, upaya penanganan sampah tidak akan berjalan optimal tanpa adanya kesadaran kolektif dari masyarakat. Oleh karena itu, pihak DLH terus mendorong edukasi dan sosialisasi terkait pengelolaan sampah, termasuk pentingnya memilah dan membuang sampah pada tempat yang telah disediakan.
”Kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga kebersihan lingkungan. Permasalahan sampah ini harus diselesaikan secara bersama, mulai dari masyarakat hingga pemerintah setempat. Jika kesadaran tidak ditingkatkan, maka potensi munculnya kembali tumpukan sampah liar akan terus terjadi,”tutupnya. (zal)



