Atasi Masalah Sampah, Pemkab Karawang Jalin Kerja Sama Strategis dengan Sektor Swasta
KARAWANG, RAKA – Pemerintah Kabupaten Karawang memperkuat upaya penanganan sampah dengan menggandeng PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk dalam pengolahan sampah menjadi Refuse Derived Fuel (RDF) atau bahan bakar alternatif. Kerja sama tersebut menjadi salah satu langkah strategis untuk menekan volume sampah dan mempercepat target Karawang menuju zero sampah.
Kesepakatan kerja sama itu ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) pada peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 yang digelar di Lapang Karangpawitan 2, Kecamatan Karawang Barat, Jumat (12/6).
Bupati Karawang Aep Syaepuloh mengatakan, persoalan sampah masih menjadi tantangan besar yang tidak bisa diselesaikan hanya oleh pemerintah daerah. Karena itu, diperlukan kolaborasi dengan sektor swasta maupun masyarakat untuk menciptakan sistem pengelolaan sampah yang berkelanjutan.
”Penanganan lingkungan harus dilakukan secara bersama-sama. Saat ini pemerintah daerah terus berupaya menyiapkan berbagai sarana dan infrastruktur untuk mengatasi persoalan sampah secara berkelanjutan,” katanya, Jumat (12/6).
Melalui kerja sama tersebut, sambungnya, sampah yang diolah di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Karawang akan dimanfaatkan sebagai bahan bakar alternatif bagi industri. Program RDF dinilai mampu mengurangi beban sampah yang masuk ke tempat pembuangan akhir sekaligus memberikan nilai tambah dari sampah yang selama ini menjadi persoalan lingkungan.
Selain memperkuat pengelolaan sampah, Pemkab Karawang juga mendorong program penghijauan. Sebanyak 1.931 bibit pohon diserahkan oleh 34 perusahaan yang beroperasi di Karawang sebagai bentuk dukungan terhadap pelestarian lingkungan.
”Bibit pohon tersebut akan didistribusikan ke sejumlah wilayah guna meningkatkan tutupan hijau dan membantu mengurangi dampak perubahan iklim,”terangnya.
Pada kesempatan itu, Pemkab Karawang juga memberikan penghargaan kepada sejumlah perusahaan yang dinilai memiliki komitmen terhadap pelestarian lingkungan. Penghargaan diberikan kepada PT PNG, PT Fuji Teknika Indonesia dan PT Changshin Indonesia.
Di sektor pendidikan, pemerintah daerah turut mengumumkan pemenang Duta Sekolah Adiwiyata tingkat SMA, SMK dan MA sederajat. SMA Negeri 1 Cikampek meraih Juara I, disusul SMA Negeri 1 Lemahabang sebagai Juara II, serta SMA Negeri 2 Cikampek di posisi Juara III.
Bupati Aep berharap, program Adiwiyata dapat diperluas hingga seluruh jenjang pendidikan agar kesadaran menjaga lingkungan tumbuh sejak dini dan menjadi bagian dari karakter generasi muda Karawang. (zal)



