Purwakarta
Trending

Dibuka 25 Mei, Pendaftaran SMAN 1 Purwakarta ‘Sekolah Maung’ Hanya Lewat 3 Jalur Ini

PURWAKARTA, RAKA – SMAN 1 Purwakarta resmi ditunjuk sebagai Sekolah Maung atau sekolah berkonsep Manusia Unggul oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Penunjukan tersebut dilakukan setelah sekolah melalui proses verifikasi ketat terkait prestasi akademik, non-akademik hingga kualitas lulusan.

Staf Humas SMAN 1 Purwakarta, Prima Wulan Meirani mengatakan, status Sekolah Maung bukan didapat secara tiba-tiba, melainkan melalui proses penilaian dari berbagai pihak.

“SMAN 1 Purwakarta itu tidak tiba-tiba ditunjuk jadi SMA Maung atau Manusia Unggul. Jadi sebelumnya memang sudah ada wacana dan sekolah kami diverifikasi terlebih dahulu oleh KCD dan pihak provinsi,” ujar Prima saat ditemui, Rabu (20/5).

Menurutnya, proses verifikasi mencakup banyak aspek, mulai dari capaian akademik siswa, prestasi non-akademik, hingga rekam jejak lulusan yang berhasil melanjutkan pendidikan ke luar negeri.

“Dicek apakah ada prestasi akademiknya, non-akademiknya, kemudian ada alumni yang kuliah di luar negeri atau tidak. Kebetulan syarat-syarat itu ada semua di kami, sehingga akhirnya ditetapkan sebagai Sekolah Maung,” katanya.

Prima menjelaskan, transformasi Sekolah Maung akan terlihat dari sistem penerimaan siswa baru hingga metode pembelajaran di sekolah. Pada pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun ajaran 2026/2027, SMAN 1 Purwakarta hanya membuka tiga jalur penerimaan, yakni prestasi akademik, prestasi non-akademik, dan jalur CIBI atau Cerdas Istimewa dan Bakat Istimewa.

Untuk jalur CIBI, calon siswa diwajibkan memiliki hasil tes IQ minimal 130. Selain itu, penilaian juga akan mempertimbangkan nilai rapor sebesar 40 persen dan nilai Tes Kemampuan Akademik (TKA) sebesar 60 persen.

Sementara jalur prestasi akademik diperuntukkan bagi siswa berprestasi melalui nilai rapor maupun ajang seperti OSN dan O2SN dengan minimal capaian tingkat provinsi. Sedangkan jalur non-akademik mencakup kategori kejuaraan dan kepemimpinan.

Prima menuturkan, pendaftaran SPMB SMAN 1 Purwakarta akan dibuka pada 25 hingga 29 Mei 2026. Adapun pengumuman hasil seleksi dijadwalkan pada 8 Juni 2026.

“Pendaftarannya tanggal 25 sampai 29 Mei, lalu pengumumannya tanggal 8 Juni. Jadi hanya satu tahap saja,” ucapnya.

Ia menambahkan, saat ini pihak sekolah masih menunggu petunjuk teknis resmi dari Dinas Pendidikan Jawa Barat terkait pelaksanaan Sekolah Maung dan SPMB tersebut.

Selain perubahan sistem penerimaan siswa, SMAN 1 Purwakarta juga akan menghadirkan pola pembelajaran berbeda melalui kerja sama dengan sejumlah perguruan tinggi negeri ternama.

Kerja sama tersebut nantinya memungkinkan hadirnya dosen tamu dari PTN untuk mendukung proses pembelajaran siswa.

Sementara itu, Kepala SMAN 1 Purwakarta, Sidik Tamsil menyambut positif penunjukan sekolahnya sebagai Sekolah Maung. Menurutnya, program tersebut menjadi tantangan sekaligus tanggung jawab besar bagi sekolah dalam mencetak generasi unggul.

“Kami menerima dengan senang hati karena dengan adanya siswa-siswa berprestasi ini, kami berharap kualitas anak-anak juga semakin unggul,” ujar Sidik.

Ia mengatakan, peningkatan kualitas tidak hanya dituntut dari siswa, tetapi juga tenaga pendidik di sekolah.

“Kalau anak-anaknya bagus, guru-gurunya juga harus bagus. Jadi dimungkinkan akan ada asesmen terhadap kepala sekolah, guru dan tenaga kependidikan, ”katanya.

Pada tahun ajaran baru nanti, SMAN 1 Purwakarta akan membuka 12 rombongan belajar dengan kapasitas maksimal 32 siswa per kelas sesuai hasil sosialisasi awal dari pemerintah provinsi.

Sidik berharap, Sekolah Maung dapat melahirkan siswa-siswa berkualitas yang mampu bersaing dan diterima di perguruan tinggi negeri domestik dan perguruan tinggi luar negeri top 200 QS.

“Harapannya kami bisa membersamai mereka menjadi anak-anak yang berkualitas dan banyak diterima di PTN domestik dan PT luar negeri. Karena arahan dari Pak Gubernur, Sekolah Maung ini diharapkan siswanya bisa kuliah semua,” pungkasnya. (yat)

Related Articles

Back to top button