Purwakarta
Trending

Jelang Idul Adha, Produksi Arang Kayu di Ponpes Al Islam Purwakarta Melonjak 2 Kali Lipat

PURWAKARTA, RAKA – Momen Hari Raya Idul Adha membawa berkah besar bagi Pondok Pesantren Al Islam Darul Iman di Kecamatan Pasawahan, Kabupaten Purwakarta. Pesantren yang memproduksi arang kayu dan arang tempurung kelapa itu kebanjiran pesanan dari masyarakat yang membutuhkan arang untuk membakar sate daging kurban.

Permintaan arang meningkat drastis hingga dua kali lipat dibanding hari biasa. Tidak hanya berasal dari wilayah Purwakarta, pesanan juga datang dari sejumlah daerah lain seperti Bandung.

Pimpinan pesantren, Muhamad Abdul Haris mengatakan momen Idul Adha selalu menjadi waktu paling sibuk bagi para santri yang terlibat dalam produksi arang.

“Permintaan saat Idul Adha memang selalu meningkat cukup signifikan. Tahun ini bahkan naik sampai dua kali lipat dibanding hari biasa dan pemasaran sudah sampai ke Bandung,” ujarnya, Rabu (27/5).

Menariknya, proses produksi arang di pesantren tersebut tidak hanya bertujuan memenuhi kebutuhan pasar, tetapi juga menjadi bagian dari pembinaan santri.

Para santri yang terlibat diketahui merupakan mantan pecandu narkoba, pecandu game online hingga eks anggota geng motor yang kini menjalani pendidikan agama sekaligus pelatihan keterampilan.

Di sela aktivitas belajar mengaji dan pendidikan keagamaan, mereka memproduksi arang kayu serta arang tempurung kelapa sebagai bekal keterampilan untuk hidup mandiri setelah kembali ke masyarakat.

Haris menjelaskan kegiatan produksi dilakukan tanpa mengganggu aktivitas utama pesantren seperti salat berjamaah, mengaji dan pembelajaran Alquran. Para santri juga mengikuti kegiatan tersebut atas izin orang tua masing-masing.

Selain memperoleh pengalaman kerja, para santri mendapatkan tambahan penghasilan dari hasil produksi arang untuk membantu memenuhi kebutuhan selama menjalani pembinaan di pesantren.

Arang yang diproduksi menggunakan bahan baku kayu rambutan dan beberapa jenis kayu lainnya. Sementara arang tempurung kelapa menjadi salah satu produk yang paling banyak dicari masyarakat karena dinilai lebih tahan lama untuk proses pembakaran sate.

Untuk menghasilkan arang siap jual, proses pembakaran dilakukan di dalam tungku khusus selama sekitar lima hari. Setelah melalui proses pendinginan dan penyortiran, arang kemudian dipasarkan ke sejumlah daerah.

Di balik tingginya permintaan saat Idul Adha, usaha produksi arang tersebut kini bukan sekadar aktivitas ekonomi pesantren. Kegiatan itu juga menjadi sarana pembinaan karakter dan pemberdayaan para santri agar lebih produktif, disiplin serta memiliki keterampilan saat kembali menjalani kehidupan di tengah masyarakat. (yat)

Related Articles

Back to top button