Pekan Keempat Berjalan, Kebijakan ASN Purwakarta Naik Angkot Belum Berdampak Signifikan

PURWAKARTA, RAKA – Pemerintah Kabupaten Purwakarta menilai belum memberikan dampak signifikan terhadap pendapatan sopir angkutan kota (angkot) pada program penggunaan transportasi umum bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) setiap hari Rabu.
Memasuki pekan keempat pelaksanaan kebijakan tersebut, sejumlah pengemudi angkot mengaku belum merasakan peningkatan jumlah penumpang secara berkelanjutan.
Lonjakan penumpang yang sempat terjadi pada awal penerapan program hanya berlangsung sesaat.
Baca Juga: Kabar Baik dari Tanah Suci: Seluruh Jemaah Haji Purwakarta Sehat dan Siap Kembali ke Tanah Air
Berdasarkan pantauan di kawasan Pasar Rebo, Purwakarta, Rabu (3/6) pagi, aktivitas angkutan umum berjalan seperti biasa. Tidak tampak adanya peningkatan signifikan jumlah ASN yang menggunakan angkot untuk menuju kantor.
Padahal, lokasi tersebut menjadi salah satu titik strategis karena berada di sekitar kawasan Stadion Purnawarman dan sejumlah kantor organisasi perangkat daerah (OPD).
Kebijakan penggunaan transportasi umum setiap hari Rabu sendiri tertuang dalam Surat Edaran Bupati Purwakarta Nomor 000.1.4/884/ORG/2026.
Melalui program dengan sebutan Rebo Ngamum, pemerintah daerah mendorong pegawai untuk meninggalkan kendaraan pribadi dan beralih ke transportasi umum.
Selain mendukung efisiensi penggunaan kendaraan dinas, program tersebut juga harus dapat membantu menggerakkan roda ekonomi pelaku jasa transportasi lokal.
Namun harapan tersebut belum terpenuhi oleh para sopir angkot. Salah seorang pengemudi mengaku kondisi penumpang hingga saat ini masih relatif sepi dan tidak jauh berbeda dari hari-hari biasa.
Menurutnya, peningkatan jumlah penumpang hanya terlihat pada awal program saja. Setelah itu, jumlah ASN yang menggunakan angkot kembali menurun.
“Kondisinya masih sama saja. Kalau dibilang ada peningkatan, tidak terlalu terasa,” ujar seorang sopir angkot yang enggan disebutkan namanya.
Ia menilai antusiasme ASN menggunakan angkutan umum hanya terlihat pada masa awal sosialisasi program.
Tonton Juga: EKSKUL UNIK TAPI JUARA! RAHASIA SMK LENTERA BANGSA DI OLAHRAGA TEROMPAH
Meski demikian, para pengemudi mengakui kebijakan tersebut memberikan dampak positif terhadap kondisi lalu lintas. Berkurangnya penggunaan kendaraan pribadi membuat sejumlah ruas jalan utama di Purwakarta terasa lebih lengang dari biasanya.
Kendati demikian, dari sisi peningkatan pendapatan sopir angkot, program Rebo Ngamum dinilai masih belum mampu memberikan perubahan yang berarti.
Para pengemudi berharap pemerintah daerah dapat melakukan evaluasi agar tujuan awal kebijakan untuk membantu sektor transportasi umum dapat tercapai secara optimal. (yat)



