Purwakarta
Trending

Waduk Jatiluhur Dipenuhi Eceng Gondok, Pengunjung Kecewa dan Pendapatan Warga Turun

PURWAKARTA, RAKA – Kondisi Waduk Jatiluhur yang dipenuhi eceng gondok kembali menjadi sorotan. Selain dikeluhkan masyarakat yang menggantungkan hidup dari sektor perikanan dan wisata, keberadaan tanaman air tersebut juga menuai keluhan dari para pengunjung yang datang untuk menikmati keindahan waduk terbesar di Indonesia itu.

Salah seorang pengunjung, Herman (32) mengaku kecewa saat berwisata ke Waduk Jatiluhur karena sebagian kawasan perairan dipenuhi eceng gondok. Menurutnya, kondisi tersebut mengurangi kenyamanan dan keindahan pemandangan yang selama ini menjadi daya tarik utama kawasan wisata tersebut.

“Saya datang ke Jatiluhur untuk menikmati pemandangan waduk. Tapi ketika sampai, banyak area yang tertutup eceng gondok. Jujur saja saya merasa rugi karena sudah membayar tiket masuk, tetapi pemandangan yang didapat tidak seperti yang diharapkan,” kata Herman, Kamis (4/6).

Ia berharap persoalan eceng gondok segera ditangani secara serius agar wisatawan dapat kembali menikmati keindahan Waduk Jatiluhur secara maksimal.

Keluhan serupa sebelumnya juga disampaikan Wakil Ketua DPRD Purwakarta, Luthfi Bamala, melalui video yang diunggah di akun TikTok pribadinya pada Rabu (3/6).

Dalam unggahan tersebut, Luthfi menyoroti keberadaan eceng gondok yang terus meluas di perairan Waduk Jatiluhur dan dinilai telah berdampak terhadap perekonomian masyarakat sekitar.

Menurutnya, banyak warga yang menggantungkan penghasilan dari sektor perikanan, jasa perahu wisata, hingga usaha yang berkaitan dengan aktivitas wisata waduk. Namun dalam beberapa tahun terakhir, mereka mengaku mengalami penurunan pendapatan.

“Belakangan ini mereka mengeluhkan pendapatan yang terus menurun. Keluhan itu sudah disampaikan sejak lama,” ujar Luthfi.

Ia mengaku prihatin setelah melihat langsung kondisi waduk yang selama ini menjadi salah satu ikon dan kebanggaan Kabupaten Purwakarta. Luthfi menilai penanganan eceng gondok perlu dilakukan lebih optimal mengingat Waduk Jatiluhur memiliki peran penting sebagai kawasan ekonomi, wisata, dan sumber daya air.

“Saya melihat alatnya ada, tetapi kenapa masalah eceng gondok ini bertahun-tahun belum juga selesai,” katanya.

Luthfi meminta seluruh pihak terkait, termasuk pengelola kawasan Waduk Jatiluhur, untuk lebih serius menangani persoalan tersebut. Ia juga berharap perhatian dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Dedi Mulyadi) agar masalah eceng gondok tidak terus berlarut-larut dan semakin mengganggu aktivitas masyarakat maupun wisatawan.

Keberadaan eceng gondok yang semakin meluas dikhawatirkan tidak hanya mengurangi estetika kawasan wisata, tetapi juga menghambat aktivitas perikanan, transportasi air, hingga menurunkan minat wisatawan berkunjung ke Waduk Jatiluhur. Dengan penanganan yang tepat, masyarakat berharap waduk kebanggaan Purwakarta itu dapat kembali bersih dan menjadi destinasi wisata unggulan di Jawa Barat. (yat)

Related Articles

Back to top button