Waspada Karhutla di Purwakarta, Perhutani dan BPBD Ingatkan Bahaya Pembakaran Lahan Saat Kemarau

PURWAKARTA, RAKA – Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Purwakarta masih menjadi perhatian serius menjelang musim kemarau. Di balik setiap peristiwa kebakaran hutan, faktor manusia masih disebut sebagai penyebab yang paling dominan, baik akibat kelalaian maupun aktivitas yang sengaja dilakukan.
Mulai dari membakar sampah di dekat kawasan hutan, membuka lahan dengan cara dibakar, hingga membuang puntung rokok sembarangan, sering kali menjadi pemicu munculnya titik api yang kemudian meluas dan sulit dikendalikan.
Perhutani KPH Purwakarta menilai upaya pencegahan harus menjadi prioritas utama karena dampak karhutla tidak hanya merusak kawasan hutan, tetapi juga mengancam kesehatan masyarakat, mengganggu aktivitas ekonomi, hingga merusak ekosistem yang membutuhkan waktu puluhan tahun untuk pulih.
Wakil Administratur KPH Purwakarta, Mulyana Kurniawan, mengatakan berbagai langkah antisipasi terus dilakukan, mulai dari patroli kawasan rawan, sosialisasi kepada masyarakat hingga penguatan sistem pemantauan dini.
Menurutnya, pencegahan menjadi langkah paling efektif dibandingkan penanganan ketika kebakaran sudah terjadi.
“Kami terus meningkatkan kesiapsiagaan agar potensi kebakaran bisa dicegah sejak awal. Peran masyarakat juga sangat penting karena sebagian besar kebakaran hutan berawal dari aktivitas manusia,” ujarnya.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Purwakarta, Heryadi Erlan, mengingatkan bahwa karhutla bukan sekadar persoalan api yang membakar pepohonan. Dampaknya bisa meluas hingga mengganggu kehidupan masyarakat.
Asap yang ditimbulkan berpotensi menyebabkan gangguan kesehatan, menurunkan kualitas udara, hingga menghambat aktivitas warga. Selain itu, kerusakan kawasan hutan juga berdampak terhadap keseimbangan lingkungan dan sumber daya alam.
Menurutnya, kesiapan seluruh pihak menjadi faktor penting agar penanganan dapat dilakukan secara cepat ketika potensi kebakaran mulai terdeteksi.
“Semua pihak harus memiliki pemahaman dan langkah yang sama dalam menghadapi ancaman karhutla sehingga respons yang dilakukan lebih cepat dan efektif,” katanya.
Kapolres Purwakarta melalui Kasat Binmas AKP Toto Herman Permana menegaskan bahwa ancaman kebakaran hutan sering kali berawal dari tindakan yang dianggap sepele.
Karena itu, ia meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan, terutama saat memasuki musim kemarau ketika kondisi vegetasi mulai mengering dan mudah terbakar.
“Satu puntung rokok atau aktivitas pembakaran yang tidak diawasi dapat memicu kebakaran yang lebih besar. Kesadaran masyarakat menjadi kunci utama dalam mencegah terjadinya karhutla,” ungkapnya.
Ia juga menekankan pentingnya peran Polisi Kehutanan (Polhut) dalam melakukan deteksi dini terhadap berbagai potensi ancaman di kawasan hutan. Menurutnya, kemampuan membaca situasi dan bergerak cepat sebelum api membesar menjadi faktor penting dalam upaya penyelamatan kawasan hutan. (yat)



