Purwakarta
Trending

Tewas di Rumah, Polisi Telusuri Jejak Terakhir Pejabat Pemkab Purwakarta

PURWAKARTA, RAKA – Misteri kematian seorang aparatur sipil negara (ASN) yang ditemukan tewas bersimbah darah di rumahnya masih belum menemukan titik terang. Meski penyelidikan terus dilakukan, polisi mengaku masih menunggu hasil pemeriksaan sejumlah barang bukti dan forensik untuk mengungkap penyebab pasti kematian korban.

Untuk mengusut kasus tersebut, Satreskrim Polres Purwakarta bahkan menggandeng Tim Identifikasi Polda Jawa Barat dan Pusat Identifikasi (Pusident) Bareskrim Polri dalam olah tempat kejadian perkara (TKP) lanjutan yang digelar pada Rabu (17/6) sore.

Kasat Reskrim Polres Purwakarta, AKP I Made Purwantara, mengatakan penyidik masih melakukan pendalaman terhadap seluruh temuan di lokasi kejadian.

“Untuk perkembangan kasus kami masih melakukan pengembangan dari olah TKP. Hari ini kami melaksanakan olah TKP lanjutan, kami juga dibackup oleh Polda Jawa Barat dan Bareskrim,” katanya, Rabu (17/6) sore.

Menurut Made, hingga kini penyidik telah memeriksa istri korban, mertua, serta tiga rekan kerja korban. Polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti berupa dokumen, berkas, hingga telepon genggam milik korban dan istrinya.

Namun, hasil pemeriksaan terhadap barang bukti tersebut masih belum bisa disimpulkan.
“Untuk titik terang kami masih menunggu hasil penyelidikan terhadap HP serta berkas-berkas yang ada di TKP. Semuanya masih kami teliti apakah ada hubungannya dengan kejadian,” ujarnya.

Penyidik juga belum mengetahui isi percakapan dalam telepon genggam korban karena masih menunggu hasil pemeriksaan digital forensik dari Polda Jawa Barat.

Selain itu, polisi masih mendalami sejumlah dokumen yang ditemukan di kamar korban, termasuk riwayat pemeriksaan psikiater yang turut diamankan sebagai bagian dari penyelidikan.

Tak hanya menelusuri barang bukti, tim identifikasi juga mengambil sejumlah sampel sidik jari dari lokasi kejadian. Hasilnya akan digunakan untuk memastikan apakah terdapat sidik jari milik orang lain di luar korban maupun anggota keluarganya.

“Kami sudah mengambil sidik jari, sekarang masih menunggu hasil pemeriksaannya,” kata Made.
Salah satu bagian rumah yang menjadi perhatian penyidik adalah plafon yang ditemukan dalam kondisi jebol dengan sebuah tangga berada tepat di bawahnya.

Menurut Made, kondisi tersebut menjadi alasan polisi meminta bantuan tim identifikasi dari Polda Jawa Barat dan Bareskrim Polri agar pemeriksaan dilakukan secara lebih mendalam.

“Untuk plafon yang jebol, kami meminta backup dari Polda dan Inafis Bareskrim untuk melakukan penyelidikan ulang terkait plafon yang jebol dan tangga yang berada di bawahnya,” ucapnya.

Sementara itu, polisi memastikan saat olah TKP dilakukan, kunci rumah masih berada di bagian dalam.
Polisi juga mulai menelusuri aktivitas korban sebelum meninggal dunia. Dari informasi awal, korban disebut tidak masuk kerja selama dua hari sebelum ditemukan tewas. Namun, penyidik masih mencocokkan informasi tersebut dengan hasil pemeriksaan para saksi.

“Baru tadi kami melakukan pemeriksaan terhadap rekan kerja korban. Saya belum membaca hasil pemeriksaannya secara lengkap,” katanya.

Dari hasil pemeriksaan awal terhadap jasad korban, ditemukan tiga luka di bagian leher dan satu luka tusuk di bagian ulu hati.

Meski proses autopsi telah selesai dilakukan, polisi masih menunggu hasil resmi dari tim dokter forensik sebelum mengambil kesimpulan mengenai penyebab kematian korban.

“Pemeriksaan autopsi sudah dilakukan, tetapi kami masih menunggu hasil dari pihak kedokteran,” pungkas Made. (yat)

Related Articles

Back to top button