
PURWAKARTA, RAKA – Upaya membentuk pelajar yang disiplin, berkarakter, dan memiliki kepedulian terhadap keselamatan berlalu lintas terus diperkuat di Kabupaten Purwakarta. Salah satunya melalui penyelenggaraan Olimpiade Smart Student Patroli Keamanan Sekolah (PKS) 2026 yang digelar oleh Batalyon Kiansantang Unit Keamanan dan Keselamatan (Kamsel) Satlantas Polres Purwakarta di Kompleks SMP/SMA Pasundan Purwakarta, Sabtu (1/8/2026).
Kompetisi yang diikuti anggota Patroli Keamanan Sekolah (PKS) tingkat SMP dan MTs se-Kabupaten Purwakarta itu bukan sekadar ajang perlombaan. Kegiatan tersebut juga menjadi sarana membangun karakter peserta didik melalui penguatan disiplin, kepemimpinan, tanggung jawab, serta budaya tertib berlalu lintas.
Kegiatan dibuka oleh Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Purwakarta, Sadiyah, yang diwakili Kepala Bidang Pembinaan Pendidikan Dasar Dede Supendi. Sebelum perlombaan dimulai, seluruh peserta mengikuti apel pembukaan yang dipimpin Aiptu Untung Djoko Prasetya dari Unit Kamsel Satlantas Polres Purwakarta selaku inspektur upacara, didampingi Komandan PKS Batalyon Kiansantang, Dais Solihat.
Komandan PKS Batalyon Kiansantang, Dais Solihat, mengatakan peserta terbaik dalam Olimpiade Smart Student PKS akan mendapat kesempatan mewakili Polres Purwakarta pada Lomba Patroli Keamanan Sekolah tingkat Polda Jawa Barat yang dijadwalkan berlangsung pada 27 Agustus 2026 di Bandung.
“Kami berharap kegiatan ini melahirkan anggota PKS yang memiliki kompetensi, disiplin, dan tanggung jawab tinggi. Para juara nantinya akan menjadi wakil Polres Purwakarta di tingkat Polda Jawa Barat,” katanya.
Sementara itu, Dede Supendi mengapresiasi komitmen Satlantas Polres Purwakarta yang secara konsisten membina generasi muda melalui kegiatan edukatif yang berfokus pada pembentukan karakter.
Menurutnya, keberadaan Patroli Keamanan Sekolah memiliki peran yang jauh lebih luas dibanding sekadar membantu pengaturan lalu lintas di lingkungan sekolah.
“PKS merupakan wadah pembentukan karakter yang menanamkan kedisiplinan, tanggung jawab, jiwa kepemimpinan, serta kepedulian terhadap keselamatan diri sendiri maupun orang lain. Nilai-nilai tersebut menjadi bekal penting bagi peserta didik dalam kehidupan bermasyarakat,” ujarnya.
Ia menambahkan, pembinaan PKS sejalan dengan kebijakan pendidikan karakter di Kabupaten Purwakarta yang menempatkan akhlak, kedisiplinan, kepedulian sosial, dan budaya tertib sebagai fondasi utama dalam proses pendidikan.
Menurut Dede, pendidikan tidak hanya mengejar prestasi akademik, tetapi juga harus mampu melahirkan generasi yang memiliki integritas, semangat gotong royong, cinta tanah air, serta mampu menjadi teladan di tengah masyarakat.
Ia juga mengaitkan pembinaan PKS dengan implementasi nilai Gapura Panca Waluya yang menjadi arah pembangunan sumber daya manusia di Jawa Barat, yakni membentuk generasi Cageur (sehat), Bageur (berakhlak mulia), Bener (berintegritas), Pinter (cerdas), dan Singer (terampil).
“Ketika peserta didik mampu disiplin berlalu lintas, menghargai aturan, bekerja sama, dan menjadi pelopor keselamatan, mereka sesungguhnya sedang menerapkan nilai-nilai Panca Waluya dalam kehidupan sehari-hari,” katanya.
Dede juga mengajak seluruh anggota PKS agar menjadi contoh bagi teman-teman di sekolah maupun masyarakat dalam menerapkan budaya tertib berlalu lintas.
Ia berharap kompetisi tersebut tidak hanya menjadi ajang meraih prestasi, tetapi juga memperkuat persaudaraan, meningkatkan kemampuan, serta menumbuhkan sportivitas.
“Prestasi memang penting, tetapi karakter yang baik merupakan kemenangan yang sesungguhnya,” ucapnya.
Melalui Olimpiade Smart Student PKS 2026, diharapkan semakin banyak pelajar di Kabupaten Purwakarta yang memiliki kesadaran tinggi terhadap keselamatan berlalu lintas serta mampu menjadi pelopor budaya tertib di lingkungan sekolah maupun masyarakat. (yat)



