
PURWAKARTA, RAKA – Kerusakan di ujung jembatan Jalan Kampung Cintakarya, Desa Cikopo, Kecamatan Bungursari, Kabupaten Purwakarta, memaksa warga mengambil langkah darurat demi mencegah kecelakaan. Mereka memasang batang bambu yang diberi bendera Merah Putih dan daun pisang sebagai penanda karena badan jalan amblas sekitar 20 sentimeter.
Amblasnya jalan terjadi pada Selasa (30/6/2026). Kondisi tersebut memunculkan dua lubang di ujung jembatan yang membahayakan pengguna jalan, terutama saat malam hari atau ketika hujan turun.
Warga setempat, Abdul (45), mengatakan kerusakan diduga dipicu hujan yang terus mengguyur wilayah tersebut dalam beberapa waktu terakhir. Air hujan menyebabkan tanah di sekitar ujung jembatan mengalami penurunan, sementara beban kendaraan yang melintas setiap hari membuat kondisinya semakin parah.
“Karena terus diguyur hujan, jalannya turun. Ditambah setiap hari dilewati kendaraan, jadi semakin amblas,” ujarnya, Rabu (1/7/2026).
Selain badan jalan yang turun, warga juga mengkhawatirkan kondisi konstruksi di bawah ujung jembatan. Mereka menduga bagian tersebut tidak memiliki pondasi penyangga yang memadai sehingga berisiko mengalami kerusakan lebih besar apabila terus dilalui kendaraan.
Untuk mengurangi risiko kecelakaan, warga bergotong royong mengatur arus lalu lintas. Kendaraan dari dua arah diminta melintas secara bergantian karena hanya sebagian badan jalan yang masih dapat digunakan.
“Kendaraan kami atur bergiliran dari dua arah supaya lebih aman,” kata Abdul.
Jalan Kampung Cintakarya merupakan salah satu jalur penghubung antara Desa Cikopo di Kecamatan Bungursari dengan wilayah Kecamatan Campaka. Setiap hari ruas jalan tersebut dilalui warga untuk beraktivitas, mulai dari bekerja, bersekolah hingga mengangkut hasil pertanian.
Warga berharap pemerintah daerah segera melakukan penanganan sebelum kerusakan meluas. Mereka khawatir bagian jalan yang amblas terus bertambah, terlebih jika hujan kembali turun dengan intensitas tinggi.
Menurut warga, perbaikan perlu segera dilakukan mengingat jalan tersebut merupakan akses penting bagi mobilitas masyarakat. Jika dibiarkan, kondisi jalan dikhawatirkan membahayakan keselamatan pengguna jalan dan berpotensi mengganggu aktivitas ekonomi maupun transportasi warga. (yat)



