
PURWAKARTA, RAKA – Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kabupaten Purwakarta memastikan akan menangani kerusakan ujung jembatan di Jalan Kampung Cintakarya, Desa Cikopo, Kecamatan Bungursari, yang mengalami amblas sekitar 20 sentimeter.
Saat ini, penanganan permanen masih berada pada tahap perencanaan. Pemerintah daerah tengah menghitung kebutuhan teknis sekaligus anggaran sebelum pekerjaan perbaikan dapat dilaksanakan.
Kepala Bidang Pembangunan Jalan dan Jembatan Dinas PUTR Kabupaten Purwakarta, Dina Cahyadi, mengatakan pihaknya telah menerima laporan terkait kondisi jembatan tersebut dan langsung melakukan tindak lanjut.
“Saat ini masih dalam proses perencanaan. Untuk penanganan sementara dilakukan oleh pihak UPTD,” ujar Dina melalui pesan singkat, Kamis (2/7/2026).
Menurutnya, proses perencanaan menjadi tahapan penting untuk menentukan metode penanganan yang tepat, termasuk menghitung kebutuhan anggaran dan menyusun estimasi waktu pelaksanaan pekerjaan.
“Estimasi waktu setelah perencanaan selesai, untuk mengetahui kebutuhan anggaran,” jelasnya.
Sementara menunggu perbaikan permanen, Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) melakukan penanganan sementara guna meminimalkan potensi bahaya bagi pengguna jalan.
Kerusakan terjadi di ujung jembatan yang menjadi penghubung Desa Cikopo, Kecamatan Bungursari, dengan wilayah Kecamatan Campaka. Bagian jalan mengalami penurunan hingga sekitar 20 sentimeter dan memunculkan dua lubang pada badan jalan.
Berdasarkan informasi dari warga sekitar, kondisi tersebut diduga dipicu hujan yang mengguyur kawasan itu hampir setiap hari dalam beberapa waktu terakhir. Air yang terus menggerus tanah di sekitar oprit jembatan menyebabkan struktur tanah mengalami penurunan.
“Karena terus diguyur hujan, jalannya turun. Ditambah setiap hari dilewati kendaraan, jadi semakin amblas,” kata Abdul (45), warga setempat.
Untuk mengantisipasi kecelakaan, warga memasang penanda darurat berupa batang bambu yang dipasangi bendera Merah Putih dan daun pisang di lokasi jalan yang amblas.
Selain itu, warga juga secara swadaya mengatur arus lalu lintas agar kendaraan dari dua arah melintas secara bergantian karena sebagian badan jalan dinilai tidak lagi aman dilalui.
“Kendaraan kami atur bergiliran dari dua arah supaya lebih aman,” ujar Abdul.
Ruas jalan tersebut merupakan akses penting bagi aktivitas masyarakat. Setiap hari jalur ini digunakan sebagai penghubung antarkecamatan untuk mobilitas warga, kegiatan pendidikan, distribusi barang, hingga aktivitas ekonomi.
Masyarakat berharap proses perencanaan yang dilakukan Dinas PUTR Kabupaten Purwakarta dapat segera rampung sehingga perbaikan permanen bisa segera dilaksanakan dan akses transportasi kembali aman bagi seluruh pengguna jalan. (yat)



