KARAWANG, RAKA- PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daop 1 Jakarta kembali menyoroti maraknya aksi pelemparan kereta api yang dilakukan anak-anak selama masa libur sekolah. Salah satu insiden terjadi di wilayah Karawang dan dinilai sebagai tindakan serius yang dapat mengancam keselamatan penumpang, petugas, hingga pelaku sendiri.
Peristiwa terbaru terjadi pada Rabu (1/7), ketika petugas gabungan pengamanan KAI Daop 1 Jakarta bersama BKO Marinir mengamankan sekelompok anak yang diduga melakukan pelemparan terhadap KA Lokal 337 Walahar relasi Purwakarta–Cikarang di petak jalur antara Stasiun Klari dan Karawang, KM 63+9, Karawang Timur.
Aksi tersebut terungkap berkat patroli udara menggunakan drone yang diterbangkan petugas di kawasan jalur rel. Dari hasil pemantauan, petugas mendapati sejumlah anak bermain di sekitar rel sebelum melempar batu ke arah kereta yang sedang melintas.
Manager Humas KAI Daop 1 Jakarta, Franoto Wibowo, mengatakan hasil pemeriksaan menunjukkan para pelaku mengaku pernah melakukan aksi serupa di beberapa lokasi berbeda.
”Kami mengingatkan kepada anak-anak sekolah dan masyarakat agar tidak bermain maupun melakukan aktivitas di jalur kereta api. Jalur KA bukan tempat bermain. Tindakan seperti pelemparan, menaruh benda di rel, maupun vandalisme sangat membahayakan dan dapat merugikan banyak orang,”katanya, Minggu (5/7).
Pada hari yang sama, aksi serupa juga terjadi terhadap KA 314 Commuter Line relasi Rangkasbitung–Merak di petak Stasiun Jambubaru–Catang. Rentetan kejadian tersebut membuat KAI meningkatkan kewaspadaan selama masa libur sekolah.
Menurut Franoto, pelemparan kereta api tidak bisa lagi dianggap sebagai kenakalan anak semata. Batu yang dilempar ke arah kereta yang melaju dengan kecepatan tinggi dapat memantul dan melukai pelaku maupun orang di sekitarnya. Di sisi lain, jika mengenai badan atau kaca kereta, dampaknya bisa membahayakan penumpang, masinis, kondektur, hingga petugas yang sedang bertugas.
“Perbuatan ini berpotensi menimbulkan luka serius, merusak sarana perkeretaapian, mengganggu operasional perjalanan kereta api, bahkan mengancam keselamatan banyak orang,” tegasnya.
Karena seluruh pelaku masih berusia di bawah umur, sambungnya, penanganan dilakukan secara pembinaan dengan melibatkan orang tua dan pihak kepolisian. Para pelaku juga diminta menandatangani surat pernyataan agar tidak mengulangi aksi pelemparan maupun vandalisme di lingkungan perkeretaapian.
Meski tidak menimbulkan korban jiwa maupun gangguan perjalanan kereta api, KAI Daop 1 Jakarta menegaskan akan terus memperketat pengawasan melalui patroli jalur, sosialisasi keselamatan kepada masyarakat dan sekolah, serta pemanfaatan drone, termasuk drone termal, untuk memantau titik-titik rawan.
KAI juga meminta orang tua, sekolah, dan masyarakat ikut mengawasi aktivitas anak-anak selama libur sekolah agar tidak bermain di sekitar rel maupun melakukan tindakan yang membahayakan keselamatan perjalanan kereta api. (zal)



