
Peternakan Ayam di Purwakarta Dilalap Api, 170 Ribu Ekor Ayam Mati Terpanggang
PURWAKARTA, RAKA – Kebakaran hebat melanda sebuah peternakan ayam ras pedaging di Kampung Palumbon, Desa Citamian, Kecamatan Maniis, Kabupaten Purwakarta, Senin (6/7/2026) siang. Tiga dari empat lokal kandang dua lantai ludes dilalap api, mengakibatkan sekitar 170 ribu ekor ayam mati terpanggang.
Berdasarkan informasi dari pengelola peternakan, saat kebakaran terjadi seluruh kandang yang terbakar dalam kondisi penuh berisi ayam pedaging yang belum memasuki masa panen. Akibat peristiwa tersebut, kerugian material ditaksir mencapai sekitar Rp5 miliar.
Api dengan cepat membesar dan menjalar ke bangunan kandang lainnya. Tiupan angin serta banyaknya material yang mudah terbakar membuat kobaran api sulit dikendalikan. Para pekerja bersama warga sekitar hanya bisa menyaksikan dari kejauhan sambil menunggu petugas pemadam kebakaran tiba di lokasi.
Petugas Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Purwakarta kemudian mengerahkan dua unit mobil pemadam dari Pos PBJ Cirata serta satu unit mobil tangki air untuk melakukan pemadaman. Proses penanganan berlangsung cukup lama karena petugas menghadapi asap tebal dan keterbatasan sumber air di lokasi kejadian.
Komandan Regu Pemadam Kebakaran, Rikky Jumawan, mengatakan kondisi api sudah cukup besar saat petugas tiba di lokasi.
“Laporan dari warga ini kebakaran kandang ayam. Pas kami sampai ke lokasi, posisi bangunan sudah terbakar cukup parah. Penanganan dilakukan menggunakan dua unit dari PBJ Cirata dan satu unit mobil damkar,” kata Rikky.
Berdasarkan informasi sementara yang diterima petugas, kebakaran diduga dipicu hubungan arus pendek listrik pada salah satu kandang sebelum akhirnya merambat ke kandang lainnya.
“Untuk kronologinya sementara diduga dari korsleting listrik di salah satu kandang lalu merembet ke kandang yang lain,” ujarnya.
Ia menjelaskan, proses pemadaman sempat terkendala asap tebal yang berasal dari sekam padi yang digunakan sebagai alas kandang.
“Kendalanya asap karena sekam padi yang menjadi alas kandang ikut terbakar sehingga asap sangat tebal. Untuk musim kemarau, pengangkutan air masih bisa dilakukan,” ucapnya.
Sementara itu, Kapolsek Maniis AKP Anton Pelita Nugroho mengatakan penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan. Dugaan awal mengarah pada hubungan arus pendek listrik pada panel instalasi listrik.
“Info awal diduga sementara akibat hubungan arus pendek listrik. Kemungkinan terjadi pada panel listrik, tetapi kami belum bisa menyimpulkan karena masih menunggu hasil penyelidikan,” kata Anton.
Menurut Anton, saat kebakaran terjadi kandang dalam kondisi penuh berisi ayam pedaging yang usianya masih relatif muda dan belum siap dipanen.
“Memang kandang sedang terisi cukup banyak. Usia ayam masih relatif muda dan belum siap panen,” ujarnya.
Ia memastikan tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam insiden tersebut. Meski demikian, kebakaran menyebabkan ratusan ribu ekor ayam mati terpanggang dengan total kerugian yang diperkirakan mencapai sekitar Rp5 miliar.
Saat ini, polisi bersama petugas pemadam kebakaran masih melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab pasti kebakaran sekaligus menghitung total kerugian akibat peristiwa tersebut. (yat)



