Purwakarta
Trending

Polda Jabar Selidiki Ledakan Maut di Purwakarta

PURWAKARTA, RAKA – Tim Penjinak Bom (Jibom) Gegana Polda Jawa Barat diterjunkan untuk membantu penyelidikan kasus ledakan yang menewaskan seorang pria di sebuah toko bangunan di Desa Wanasari, Kecamatan Wanayasa, Kabupaten Purwakarta, sejak Minggu (12/7/2026).

Kehadiran Tim Jibom dilakukan guna memastikan sumber ledakan sekaligus menelusuri kemungkinan adanya material lain yang berkaitan dengan peristiwa tersebut. Bersama Satreskrim Polres Purwakarta, petugas melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) secara menyeluruh menggunakan peralatan deteksi khusus.

Selama proses pemeriksaan, tim menyisir area titik ledakan untuk mencari serpihan maupun benda yang diduga berkaitan dengan penyebab insiden. Proses investigasi berlangsung hingga malam hari dengan bantuan penerangan tambahan karena kondisi lokasi mulai gelap.

Kasat Reskrim Polres Purwakarta, AKP I Made Purwantara, mengatakan penyelidikan masih berlangsung dan pihaknya melibatkan sejumlah instansi agar proses olah TKP berjalan maksimal.

“Hasil sementara kami masih melakukan penyelidikan, kami dibantu pihak BPBD dan Damkar. Kami juga berkoordinasi dengan Tim Gegana Polda Jabar untuk olah TKP. Penyelidikan masih berlanjut karena kami mencari penerangan,” kata Made, Senin (13/7/2026).

Selain memeriksa area ledakan, petugas juga mendokumentasikan posisi terakhir korban sebelum akhirnya dievakuasi ke RSUD Bayu Asih Purwakarta untuk menjalani visum dan autopsi. Hingga kini, kepolisian belum dapat memastikan jenis luka yang dialami korban karena masih menunggu hasil pemeriksaan medis.

“Kondisi korban sudah dibawa ke RSUD untuk divisum dan autopsi. Mengenai luka, belum bisa kami simpulkan apakah luka bakar atau luka apa. Mungkin setelah hasil keluar dari pihak kedokteran rumah sakit baru akan kami sampaikan,” ujarnya.

Hasil olah TKP sementara menunjukkan ledakan meninggalkan kerusakan cukup besar pada titik pusat kejadian. Polisi menemukan lubang dengan diameter sekitar 40 hingga 50 sentimeter dan kedalaman kurang lebih 40 sentimeter. Kuatnya ledakan juga diduga membuat korban terpental sekitar dua meter dari lokasi awal.

Meski demikian, penyidik belum dapat memastikan jenis ledakan maupun sumber energi yang memicu insiden tersebut. Seluruh serpihan yang ditemukan di sekitar lokasi telah diamankan sebagai barang bukti untuk diperiksa lebih lanjut di Laboratorium Forensik.

“Untuk lubang bekas ledakan kurang lebih 40-50 cm, korban diduga terpental sekitar 2 meter kemungkinan, kedalaman 40 cm, serpihan kami masih belum bisa simpulkan apakah ada kaitannya dengan kejadian, tapi serpihan sudah kami amankan, banyak dari baju korban, serpihan HP korban. Serpihan bekas ledakan ini akan kami bawa untuk diuji ke laboratorium forensik oleh tim Jibom,” jelas Made.

Sejauh ini, polisi belum menemukan indikasi adanya bahan peledak di lokasi kejadian. Karena itu, seluruh hasil pemeriksaan lapangan masih menunggu analisis Laboratorium Forensik dan Tim Jibom Polda Jawa Barat.

Di sisi lain, penyidik juga terus mendalami keterangan para saksi untuk menyusun kronologi utuh sebelum ledakan terjadi. Sedikitnya tiga orang saksi telah dimintai keterangan, sementara proses penyelidikan masih terus berlanjut.

“Saat ini aktivitas kami masih mengumpulkan saksi untuk menggali keterangan lebih lanjut. Sudah ada tiga saksi yang kami periksa. Kami belum bisa menyimpulkan penyebab ledakan, nanti menunggu hasil dari Jibom. Proses penyelidikan masih terus berlanjut sampai selesai,” pungkasnya. (yat)

Related Articles

Back to top button