KARAWANG, RAKA – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daop 1 Jakarta bergerak cepat menangani gangguan operasional akibat truk terguling di JPL 130, perlintasan sebidang Jalan Raya Bojongsari, Kecamatan Kedungwaringin, Kabupaten Bekasi, Kamis (6/8).
Insiden yang terjadi sekitar pukul 11.15 WIB tersebut menyebabkan badan truk menutup salah satu jalur kereta api. Berkat respons cepat dan koordinasi petugas di lapangan, jalur kembali dapat dilalui perjalanan kereta api pada pukul 12.18 WIB atau sekitar 63 menit setelah kejadian.
Manager Humas KAI Daop 1 Jakarta Franoto Wibowo mengatakan, begitu menerima laporan, KAI langsung mengerahkan seluruh unsur terkait untuk melakukan pengamanan dan penanganan di lokasi.
“Begitu menerima laporan, seluruh unsur terkait langsung bergerak melakukan pengamanan lokasi dan penanganan. Berkat koordinasi yang baik, jalur yang sempat terhalang berhasil kembali dilalui kereta api pada pukul 12.18 WIB, atau sekitar 63 menit sejak kejadian dilaporkan,” katanya, (6/8).
Dalam proses penanganan, KAI mengerahkan petugas operasional dan Regu Jalan Rel dan Jembatan (JJ), serta berkoordinasi dengan Kepolisian dan instansi terkait. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan proses evakuasi berlangsung cepat dengan tetap mengutamakan aspek keselamatan.
“Keselamatan perjalanan kereta api dan pengguna jalan menjadi prioritas utama dalam setiap penanganan gangguan operasional. Kami terus berupaya meminimalkan dampak terhadap perjalanan kereta api dengan tetap mengutamakan aspek keselamatan,” ujarnya.
Berdasarkan hasil pengamatan awal di lokasi, truk tersebut diduga mengalami kendala saat melintasi perlintasan sebidang. Petugas kemudian melakukan penanganan terhadap kendaraan beserta muatannya sehingga badan truk dapat segera dipindahkan dari area jalur kereta api.
Sementara itu, penyebab pasti kejadian masih dalam penyelidikan pihak Kepolisian. Selama proses penanganan berlangsung, KAI melakukan pengaturan perjalanan untuk meminimalkan dampak terhadap pelanggan. Sebanyak 11 perjalanan kereta api tercatat mengalami keterlambatan dengan total andil keterlambatan mencapai 291 menit.
Perjalanan KA yang terdampak di antaranya PLB 62B Manhan relasi Gambir-Solo dengan andil keterlambatan 27 menit, KA 204 Tegal Bahari relasi Pasar Senen-Tegal 40 menit, PLB 122B Cakrabuana relasi Gambir-Cirebon 38 menit, KA 330 Walahar relasi Cikarang-Purwakarta 37 menit, KA 90 Gaya Baru Malam Selatan relasi Pasar Senen-Surabaya Gubeng 20 menit, serta KA 270 Matarmaja relasi Pasar Senen-Malang 15 menit.
Dari arah hilir, keterlambatan dialami KA 329 Walahar relasi Purwakarta-Cikarang dengan andil 53 menit, PLB 175 Menoreh relasi Semarang Tawang-Pasar Senen 18 menit, PLB 111B Sawunggalih relasi Kutoarjo-Pasar Senen 18 menit, KA 53F Purwojaya relasi Kroya-Gambir 17 menit, dan PLB 141B Parahyangan relasi Bandung-Gambir delapan menit.
KAI Daop 1 Jakarta menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pelanggan yang perjalanan kereta apinya terdampak akibat kejadian tersebut. Selama proses penanganan, petugas tetap melakukan pengaturan perjalanan dan pelayanan kepada pelanggan agar dampak keterlambatan dapat diminimalkan.
“Kami memohon maaf kepada para pelanggan atas ketidaknyamanan dan keterlambatan perjalanan yang terjadi. KAI berkomitmen memberikan pelayanan serta informasi secara berkala kepada pelanggan selama proses penanganan berlangsung,” tuturnya.
Selain melakukan penanganan gangguan, KAI juga mengimbau seluruh pengguna jalan untuk meningkatkan kewaspadaan ketika melintasi perlintasan sebidang. Pengguna jalan diminta memastikan kendaraan dalam kondisi laik jalan dan mematuhi seluruh rambu serta ketentuan keselamatan.
“Perlintasan sebidang merupakan titik pertemuan antara perjalanan kereta api dan lalu lintas jalan raya. Oleh karena itu, setiap pengguna jalan wajib mematuhi rambu lalu lintas, tidak memaksakan kendaraan melintas apabila kondisi tidak memungkinkan, serta selalu mendahulukan perjalanan kereta api,” tegasnya.
Ia menambahkan, kepatuhan pengguna jalan terhadap aturan menjadi salah satu kunci penting dalam mencegah kecelakaan maupun gangguan terhadap operasional perjalanan kereta api. KAI Daop 1 Jakarta juga menyampaikan apresiasi kepada jajaran Kepolisian, petugas di lapangan, pemerintah daerah, serta seluruh pihak yang terlibat dalam proses penanganan. Sinergi tersebut turut mendukung percepatan pemulihan jalur sehingga perjalanan kereta api dapat kembali berlangsung dengan aman.
“KAI berkomitmen untuk terus meningkatkan koordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan dalam menjaga keselamatan perjalanan kereta api sekaligus mengedukasi masyarakat agar semakin disiplin dan tertib saat melintasi perlintasan sebidang,”tutupnya. (zal)



