Jannah Theme License is not validated, Go to the theme options page to validate the license, You need a single license for each domain name.
Purwakarta
Trending

Cara SMPN 1 Sukatani Bangun Karakter Siswa Lewat Pembiasaan

PURWAKARTA, RAKA – Pembentukan karakter siswa di SMP Negeri 1 Sukatani, Kabupaten Purwakarta, dimulai sejak pagi hari. Sebelum pembelajaran di ruang kelas berlangsung, para siswa terlebih dahulu mengikuti sejumlah kegiatan pembiasaan yang dirancang untuk menanamkan kedisiplinan, nilai religius, kepedulian terhadap lingkungan hingga pola hidup sehat.

Aktivitas tersebut dimulai sejak pukul 06.30 WIB. Siswa dituntut datang lebih awal dan mengikuti rangkaian kegiatan sesuai agenda yang telah ditetapkan sekolah.

Kepala SMPN 1 Sukatani H. Patoni mengatakan, pendidikan karakter tidak cukup hanya disampaikan dalam bentuk teori. Menurutnya, nilai-nilai karakter harus dibangun melalui kebiasaan yang dilakukan secara konsisten.

“Pendidikan karakter tidak hanya diajarkan melalui teori. Anak-anak perlu dibiasakan melakukan hal-hal baik secara konsisten, mulai dari disiplin waktu, kegiatan keagamaan, menjaga kebersihan sampai membangun kebersamaan,” ujar Patoni, Selasa (11/8/2026).

Untuk menjaga keberlanjutan program, SMPN 1 Sukatani memiliki agenda pembiasaan berbeda setiap harinya.

Senin pagi diawali dengan upacara. Kemudian pada Selasa dan Kamis, siswa mengikuti kegiatan Ngored, Bersih, Berseka atau Ngosrek yang diarahkan untuk membangun kepedulian terhadap kebersihan lingkungan sekolah.

Sementara Rabu difokuskan pada penguatan kemampuan literasi dan numerasi siswa. Adapun Jumat menjadi hari untuk memperkuat karakter spiritual melalui kegiatan keagamaan.

Pada Jumat pagi, siswa mengikuti pembacaan Surat Yasin, tahlil, dzikir, doa dan salat dhuha berjamaah.

Setelah kegiatan keagamaan, para siswa kemudian mengikuti program Makan Bergizi Gratis (MBG). Makanan tersebut disantap secara bersama-sama di lapangan sekolah.

Menurut Patoni, kegiatan makan bersama tidak hanya ditujukan untuk memenuhi kebutuhan makanan bergizi siswa. Momen tersebut juga dimanfaatkan untuk menanamkan nilai kebersamaan, kesetaraan dan kepedulian antarsiswa.

“Dengan makan bersama, kami memastikan semua anak memperoleh hak yang sama. Mereka belajar berbagi, saling menghargai, bahkan saling bertukar menu apabila ada makanan yang kurang disukai. Nilai kebersamaan itu yang ingin kami bangun,” kata Patoni.

Karena kegiatan sekolah dimulai sejak pukul 06.30 WIB, siswa harus memiliki kebiasaan mengatur waktu sejak berada di rumah.

Patoni mengatakan, kedisiplinan tersebut membutuhkan dukungan orang tua. Keluarga memiliki peran penting dalam memastikan anak terbiasa bangun, bersiap dan berangkat lebih awal agar tidak terlambat mengikuti kegiatan sekolah.

“Orang tua juga memiliki tanggung jawab memberikan motivasi kepada anak agar berangkat lebih awal. Pendidikan karakter tidak akan maksimal apabila hanya dilakukan di sekolah. Kebiasaan yang dibangun guru perlu diperkuat oleh orang tua di lingkungan keluarga,” ujarnya.

Pola pembiasaan yang diterapkan SMPN 1 Sukatani sejalan dengan semangat pendidikan karakter yang dikembangkan di Kabupaten Purwakarta, termasuk konsep 7 Poe Atikan Istimewa.

Secara regulasi, pendidikan karakter di Purwakarta antara lain mengacu pada Peraturan Bupati Purwakarta Nomor 131 Tahun 2022 tentang Pendidikan Karakter yang kemudian mengalami perubahan melalui Peraturan Bupati Purwakarta Nomor 35 Tahun 2025.

Sementara penyelenggaraan pendidikan di Kabupaten Purwakarta juga berlandaskan Peraturan Daerah Kabupaten Purwakarta Nomor 9 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Pendidikan.

Selain fokus pada pembentukan karakter siswa, H. Patoni yang dipercaya memimpin SMPN 1 Sukatani sejak 4 Mei 2026 juga membawa strategi K3 sebagai salah satu pijakan dalam pengelolaan sekolah.

Strategi K3 tersebut meliputi kelola administrasi, kembangkan guru, dan kuatkan karakter siswa.

Menurut Patoni, ketiga aspek tersebut harus berjalan secara beriringan. Administrasi yang tertata, kompetensi guru yang terus dikembangkan dan karakter siswa yang diperkuat menjadi bagian penting dalam meningkatkan kualitas pendidikan.

“Pemimpin sekolah harus mampu mempertahankan hal-hal baik yang sudah ada sekaligus menghadirkan inovasi yang lebih baik. Karena itu saya menerapkan strategi K3, yaitu kelola administrasi, kembangkan guru, dan kuatkan karakter siswa,” ungkapnya.

Dalam pengembangan tenaga pendidik, sekolah mendorong budaya berbagi pengetahuan dan memperkuat komunitas belajar. Para guru juga didorong meningkatkan keterlibatan dalam Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP).

Langkah tersebut dilakukan untuk meningkatkan kompetensi guru sehingga dapat mendukung peningkatan mutu proses pembelajaran di sekolah.

Program Makan Bergizi Gratis di SMPN 1 Sukatani juga ditempatkan sebagai bagian dari pembiasaan positif siswa.

Patoni mengatakan, sekolah belum memiliki kajian ilmiah yang dapat menyimpulkan bahwa MBG secara langsung meningkatkan prestasi belajar siswa.

Namun, pihak sekolah melihat sejumlah indikator sederhana selama program tersebut berjalan. Salah satunya adalah berkurangnya jumlah siswa yang tidak dapat mengikuti upacara karena sakit.

“Kami melihat indikator sederhana, misalnya jumlah siswa yang tidak mampu mengikuti upacara karena sakit terus menurun. Mudah-mudahan itu menjadi pertanda kualitas kesehatan anak-anak semakin baik,” tuturnya.

Pada tahun ajaran 2026/2027, SMPN 1 Sukatani menerima sebanyak 400 peserta didik baru. Mereka terdiri dari 208 siswa laki-laki dan 192 siswa perempuan yang terbagi dalam 10 rombongan belajar.

Dengan tambahan peserta didik baru tersebut, jumlah siswa SMPN 1 Sukatani kini mencapai sekitar 1.100 siswa.

Jumlah tersebut menjadi tantangan bagi sekolah untuk terus menciptakan lingkungan pendidikan yang disiplin, sehat, bersih dan berkarakter.

Patoni berharap sekolah dan orang tua dapat membangun kerja sama dalam mendampingi perkembangan peserta didik. Menurutnya, pendidikan karakter akan lebih kuat apabila nilai-nilai yang ditanamkan di sekolah juga diterapkan di lingkungan keluarga.

“Kalau orang tua sudah mempercayakan pendidikan anak kepada sekolah, mari kita saling percaya dan bekerja sama. Semua yang kami lakukan semata-mata untuk memberikan layanan pendidikan terbaik kepada anak-anak,” pungkasnya. (yat)

Related Articles

Back to top button