
Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Buana Perjuangan (UBP) Karawang Tahun 2026 melaksanakan program pengelolaan sampah berbasis 3R melalui pembuatan dan pemanfaatan alat pres botol dan kaleng serta tong sampah terpilah di SD Al Hidayah, Dusun Kalihurip, Desa Sirnabaya, Kecamatan Telukjambe Timur, Kabupaten Karawang.
Kegiatan sosialisasi dan demonstrasi program dilaksanakan pada 8 Agustus 2026 di Posyandu Mawar Dusun Kalihurip dengan dihadiri oleh kepala desa beserta jajaran, masyarakat, serta pihak terkait.
Program ini merupakan salah satu upaya mahasiswa KKN UBP Karawang dalam mengenalkan kebiasaan pengelolaan sampah anorganik secara sederhana dan mudah diterapkan sejak usia sekolah.
Melalui program tersebut, mahasiswa tidak hanya menghadirkan fasilitas pengelolaan sampah, tetapi juga memperkenalkan proses pemilahan dan pengepresan sampah kepada anak-anak agar mereka terbiasa mengenali dan mengelola sampah dengan lebih baik.

Alat pres yang digunakan dibuat secara mandiri oleh mahasiswa KKN dengan memanfaatkan bahan kayu dan menerapkan sistem tuas sederhana. Alat tersebut dirancang untuk mengecilkan volume botol plastik dan kaleng sehingga lebih mudah ditangani dan dikumpulkan.
Setelah melalui proses pengepresan, sampah kemudian diarahkan ke tiga bagian tong sampah terpilah yang menjadi satu kesatuan dengan area alat pres.

Ketiga bagian tersebut memiliki fungsi yang berbeda. Bagian pertama digunakan untuk menampung sampah plastik seperti label botol dan kantong plastik. Bagian kedua digunakan untuk menampung botol plastik yang telah dipres, sedangkan bagian ketiga digunakan untuk menampung kaleng. Dengan sistem tersebut, proses pengepresan dan pemilahan sampah dapat dilakukan dalam satu titik secara lebih praktis.
Pemilihan SD Al Hidayah sebagai lokasi penempatan alat pres dan tong sampah terpilah didasarkan pada tujuan untuk membangun kebiasaan baik sejak usia dini. Anak-anak sekolah diperkenalkan bahwa sampah tidak selalu berakhir sebagai sesuatu yang harus dibuang, tetapi dapat dikelola melalui proses pemilahan dan pengurangan volume.
Demonstrasi penggunaan alat pres dilakukan pada saat kegiatan sosialisasi pada 8 Agustus 2026. Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa KKN memperagakan secara langsung cara kerja alat pres sekaligus menjelaskan fungsi masing-masing bagian tempat sampah kepada masyarakat dan peserta kegiatan.
Demonstrasi tersebut juga menjadi kesempatan bagi anak-anak untuk melihat secara langsung bagaimana botol dan kaleng dapat dipadatkan menggunakan alat sederhana.
Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) KKN UBP Karawang, Septia Rahayu, turut mendampingi pelaksanaan kegiatan KKN. Selain itu, kegiatan tersebut juga melibatkan unsur pemerintahan dan masyarakat setempat, termasuk RT Maad sebagai salah satu pihak yang mendukung pelaksanaan kegiatan di lingkungan Dusun Kalihurip.
Kepala SD Al Hidayah, Khoerudin, menyambut baik keberadaan alat pres yang ditempatkan di lingkungan sekolah. Menurutnya, keberadaan alat tersebut justru menimbulkan rasa penasaran anak-anak sehingga mereka terdorong untuk mencoba dan mulai memperhatikan sampah di lingkungan sekitar.
“Alat pres botol kalau ada di sekolah anak-anak jadi pada penasaran terus nyoba ngepres. Akhirnya mereka nggak buang sampah lagi. Malah sampah botol di jalan aja kadang diambil buat dipres,” ujar Khoerudin.
Antusiasme tersebut menunjukkan bahwa fasilitas sederhana dapat menjadi media pembelajaran yang menarik bagi anak-anak. Rasa penasaran terhadap cara kerja alat pres secara perlahan dapat diarahkan menjadi kebiasaan baru, yaitu mengumpulkan, memilah, dan mengelola sampah sebelum dibuang atau dimanfaatkan lebih lanjut.
Melalui program ini, mahasiswa KKN UBP Karawang berharap kebiasaan memilah sampah dapat terus diterapkan oleh anak-anak di lingkungan sekolah dan terbawa ke kehidupan sehari-hari. Keberadaan alat pres dan tong sampah terpilah tidak hanya ditujukan untuk mengurangi volume sampah anorganik, tetapi juga menjadi sarana edukasi sederhana yang dapat menumbuhkan kepedulian terhadap kebersihan lingkungan.
Program “Dari Botol Bekas Menjadi Harapan” menjadi salah satu bentuk nyata kontribusi mahasiswa KKN UBP Karawang di Dusun Kalihurip. Melalui perpaduan antara fasilitas sederhana, edukasi, dan keterlibatan anak-anak, program ini diharapkan mampu membentuk kebiasaan baik yang dapat terus berkembang setelah kegiatan KKN berakhir.
Dengan demikian, sampah yang sebelumnya hanya dipandang sebagai sesuatu yang harus dibuang dapat mulai dipahami sebagai sesuatu yang perlu dipilah, dikelola, dan dikurangi sejak dari sumbernya .



