
PURWAKARTA, RAKA – Persoalan yang dihadapi pelajar saat ini tidak hanya berkaitan dengan kegiatan belajar di sekolah. Penggunaan media sosial, perkembangan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI), perundungan hingga ancaman narkoba menjadi tantangan yang turut membutuhkan perhatian.
Hal tersebut menjadi bagian dari edukasi yang diberikan sejumlah polisi wanita (Polwan) Polres Purwakarta kepada siswa SMPN 1 Bungursari, Kabupaten Purwakarta.
Melalui kegiatan Polwan Goes to School, para pelajar tidak hanya mendapatkan pemahaman mengenai keselamatan berlalu lintas, tetapi juga diajak mengenali berbagai persoalan yang dekat dengan kehidupan mereka sehari-hari.
Kegiatan tersebut digelar dalam rangka memperingati Hari Jadi Polwan Republik Indonesia ke-78 Tahun 2026.
Edukasi dipimpin Kanit Gakkum Satlantas Polres Purwakarta Iptu Istiyaningrum Kemala Sari bersama sejumlah Polwan dari Satlantas, Satreskrim dan Satresnarkoba.
Salah satu materi yang menarik perhatian adalah penggunaan teknologi AI yang kini semakin mudah diakses pelajar.
Polwan mengingatkan siswa agar tidak menjadikan AI sebagai alat untuk melakukan tindakan yang merugikan orang lain.
Teknologi tersebut justru diarahkan untuk mendukung kegiatan belajar, mencari informasi, mengembangkan kreativitas dan membantu menyelesaikan berbagai kebutuhan secara bertanggung jawab.
Para siswa juga diminta berhati-hati terhadap penggunaan AI untuk membuat informasi palsu, melakukan penipuan maupun menghasilkan konten yang dapat merusak nama baik seseorang.
Selain AI, penggunaan media sosial juga menjadi perhatian. Pelajar diminta tidak langsung mempercayai setiap informasi yang muncul di internet.
Informasi yang diterima perlu diperiksa terlebih dahulu sebelum dipercaya ataupun disebarluaskan. Persoalan perundungan atau bullying juga menjadi materi yang disampaikan kepada siswa.
Polwan mengajak para pelajar menghindari tindakan yang dapat merendahkan, menyakiti atau mengucilkan orang lain.
Perundungan tidak hanya dapat terjadi secara langsung di lingkungan sekolah, tetapi juga dapat berlangsung melalui media sosial dan platform digital.
Karena itu, siswa diminta lebih berhati-hati dalam berkomunikasi maupun membuat konten di internet.
Pelajar juga didorong untuk berani menyampaikan kepada guru, orang tua atau pihak yang dapat memberikan pendampingan apabila mengalami ataupun mengetahui adanya tindakan perundungan.
Di sisi lain, edukasi mengenai keselamatan lalu lintas tetap menjadi bagian utama kegiatan tersebut.
Iptu Istiyaningrum mengingatkan siswa agar memahami aturan lalu lintas sejak usia sekolah.
Pelajar yang menggunakan kendaraan juga diminta mengutamakan keselamatan, menggunakan perlengkapan berkendara dan tidak melakukan tindakan yang membahayakan diri sendiri maupun pengguna jalan lainnya.
“Keselamatan berlalu lintas harus dibangun sejak usia sekolah. Pahami aturan, jangan membahayakan diri sendiri maupun orang lain dan jadilah pelajar yang tertib di jalan,” ujar Istiyaningrum.
Ancaman narkoba dan penyalahgunaan obat-obatan terlarang turut disampaikan kepada siswa.
Polwan menjelaskan bahwa dampak penyalahgunaan narkoba tidak hanya berkaitan dengan kondisi fisik. Penggunaan zat terlarang juga dapat memengaruhi psikologis, konsentrasi, perilaku hingga hubungan sosial seseorang.
Pelajar diminta tidak mudah menerima ajakan teman yang mengarah pada penyalahgunaan narkoba maupun obat-obatan terlarang.
Mereka juga didorong untuk berani mengatakan tidak serta melaporkan jika menemukan indikasi penyalahgunaan narkoba di lingkungan sekitar.
Kasi Humas Polres Purwakarta Iptu Tini Yutini mengatakan, pendekatan kepada pelajar perlu dilakukan dengan materi yang sesuai dengan persoalan yang mereka hadapi saat ini.
Menurut dia, generasi muda tidak cukup hanya dibekali pengetahuan, tetapi juga perlu memiliki kemampuan mengambil keputusan yang tepat.
“Keselamatan berlalu lintas, menjauhi bullying, bijak menggunakan media sosial dan AI, serta menjauhi narkoba merupakan bagian penting dalam menjaga masa depan mereka,” kata Tini.
Ia juga mengajak pelajar tidak ragu berkomunikasi dengan kepolisian jika menghadapi persoalan keamanan, perundungan, narkoba maupun masalah lain yang membutuhkan pendampingan.
Kegiatan Polwan Goes to School di SMPN 1 Bungursari tersebut menjadi salah satu cara kepolisian membangun komunikasi langsung dengan pelajar. (yat)



