
PURWAKARTA, RAKA – Ada cara sederhana yang tengah dirintis warga Kelurahan Purwamekar, Kecamatan Purwakarta, Kabupaten Purwakarta, untuk menghidupkan potensi wisata di lingkungannya. Sebuah perosotan tradisional berbahan bambu dibangun sebagai wahana awal untuk mengembangkan kawasan Kampung KB Purwamekar menjadi destinasi wisata berbasis masyarakat.
Wahana tersebut diberi nama PROKAR (Perosotan Purwamekar). Meski dibuat dengan konsep sederhana dan memanfaatkan bambu yang mudah ditemukan di sekitar lingkungan, keberadaannya diharapkan menjadi pemantik munculnya aktivitas wisata baru di Purwamekar.
Gagasan tersebut digagas Tim KKN-T Inovasi 2026 IPB University bersama masyarakat setempat. Sebelum pembangunan dimulai, tim melakukan observasi serta berdiskusi dengan perangkat kelurahan dan tokoh masyarakat untuk melihat potensi yang dapat dikembangkan.
Dari proses tersebut, kawasan Kampung KB RW 03 dinilai memiliki suasana pedesaan dan kondisi lahan yang cukup potensial untuk dikembangkan sebagai tempat kunjungan. Persoalannya, kawasan tersebut belum memiliki wahana maupun atraksi yang mampu menjadi daya tarik bagi masyarakat luar.
Perosotan bambu kemudian dipilih sebagai langkah awal karena pembangunannya relatif terjangkau dan bahan bakunya dapat diperoleh dari lingkungan sekitar.
Pembangunan PROKAR dimulai pada Senin (4/8/2026). Warga tidak hanya menjadi penonton, tetapi ikut terlibat langsung dalam proses pengerjaan wahana.
Perangkat kelurahan, warga, kelompok tani hingga ibu-ibu PKK turut bergotong royong. Mereka membantu berbagai tahapan pembangunan, mulai dari membersihkan lahan, mengukur lokasi, mengumpulkan material hingga merakit struktur perosotan.
Bambu yang digunakan terlebih dahulu dipilih berdasarkan kondisi dan kekuatannya. Setelah material terkumpul, warga bersama tim KKN-T IPB University mulai merancang dan merakit struktur perosotan.
Antusiasme warga terlihat sepanjang proses pengerjaan. Selain membantu mengangkut material, masyarakat juga memberikan masukan mengenai desain dan keamanan wahana agar nantinya dapat digunakan dengan lebih nyaman.
PROKAR tidak dirancang hanya sebagai tempat bermain. Perosotan bambu tersebut diharapkan menjadi titik awal untuk memperkenalkan potensi Kampung KB Purwamekar sebagai kawasan wisata warga.
Sekretaris Kecamatan Purwakarta, Agus Alamsyah Bachtiar, menyambut baik gagasan tersebut. Ia menilai PROKAR dapat menjadi langkah awal untuk mengembangkan kampung wisata yang dikelola secara berkelanjutan.
“Ini bisa jadi inisiasi yang bagus untuk dijadikan kampung wisata yang berkelanjutan dan bisa dikolaborasikan dengan Dinas Pariwisata. Namun, harus tetap diperhatikan untuk keamanannya,” ujarnya.
Pesan mengenai keamanan menjadi perhatian penting karena wahana tersebut nantinya diharapkan dapat digunakan masyarakat dan menjadi salah satu daya tarik kunjungan.
Jika kawasan wisata Purwamekar berkembang, keberadaan PROKAR diharapkan ikut membuka peluang ekonomi bagi masyarakat sekitar.
Aktivitas wisata dapat menciptakan ruang bagi warga untuk mengembangkan berbagai usaha pendukung, mulai dari penjualan makanan dan minuman, jasa parkir, hingga pemasaran hasil pertanian dan kerajinan lokal.
Dengan demikian, perosotan bambu yang saat ini menjadi wahana awal tidak berhenti sebagai tempat bermain. Keberadaannya diharapkan menjadi pemicu agar potensi lain di Purwamekar ikut berkembang.
Tim KKN-T Inovasi 2026 IPB University berharap pengelolaan PROKAR nantinya dapat dilanjutkan secara mandiri oleh masyarakat dan perangkat kelurahan setelah program KKN berakhir.
Konsep tersebut menjadi bagian dari upaya merintis kampung wisata yang bertumpu pada potensi lokal dan keterlibatan warga. Dari sebuah perosotan bambu, Purwamekar ingin membuka jalan menuju kawasan wisata yang sekaligus memberi manfaat ekonomi bagi masyarakat. (yat)



