Jannah Theme License is not validated, Go to the theme options page to validate the license, You need a single license for each domain name.
Purwakarta
Trending

Kemarau Meluas, 55 Desa di Purwakarta Krisis Air Bersih

PURWAKARTA, RAKA – Musim kemarau berkepanjangan mulai mengancam kebutuhan dasar masyarakat di Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat. Sedikitnya 55 desa dan kelurahan yang berada di 15 kecamatan kini terdampak kekeringan dan mengalami kesulitan memperoleh air bersih.

Kondisi tersebut membuat warga harus mengandalkan distribusi air dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Purwakarta. Bantuan air menjadi tumpuan masyarakat untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga, mulai dari memasak, minum, mandi, hingga mencuci.

Di Desa Mulyamekar, Kecamatan Babakancikao, misalnya, warga terlihat mengantre saat mobil tangki BPBD menyalurkan air bersih pada Senin (14/9/2026). Mereka datang membawa jerigen, galon, serta berbagai wadah penampungan agar dapat membawa pulang air untuk kebutuhan keluarga.

Krisis air di wilayah tersebut bukan persoalan baru. Warga menyebut kekeringan telah berlangsung sekitar lima bulan. Sejumlah sumur yang selama ini menjadi sumber utama air mulai mengering akibat kemarau yang belum juga berakhir.

Warga pun terpaksa mencari sumber air ke kampung tetangga yang masih memiliki persediaan. Sebagian lainnya memilih membeli air untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari.

“Air dalam kemasan galon berkapasitas sekitar 1.000 liter harganya bisa mencapai Rp80 ribu,” ujar Mulyana, Ketua RT setempat.

Menurut Mulyana, bantuan air bersih dari BPBD sangat dibutuhkan masyarakat selama musim kemarau. Ia berharap pendistribusian air tidak dihentikan sebelum kondisi sumber air warga kembali normal.

“Kami berharap distribusi air bersih dari BPBD dapat terus dilakukan selama musim kemarau berlangsung karena sangat membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari,” katanya.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Purwakarta Heryadi Erlan mengatakan, pihaknya masih melakukan penyaluran air bersih secara rutin ke sejumlah wilayah yang terdampak kekeringan.

Hingga saat ini, distribusi air telah menjangkau 15 kecamatan dengan total 55 desa atau kelurahan. Jumlah tersebut menunjukkan bahwa dampak kemarau mulai meluas ke berbagai wilayah di Kabupaten Purwakarta.

“Dalam sehari distribusi air bersih bisa mencapai lebih dari 10 sampai 15 meter kubik, tergantung jenis kendaraan tangki yang digunakan,” ujar Erlan.

Ia menyebut wilayah yang terdampak kekeringan diperkirakan mencapai sekitar 30 hingga 35 persen dari keseluruhan wilayah Kabupaten Purwakarta.

Namun, proses distribusi tidak selalu berjalan mudah. Salah satu kendala yang dihadapi BPBD adalah letak sejumlah desa terdampak yang cukup jauh dari pusat pemerintahan daerah. Jarak tempuh yang panjang membuat pengiriman air membutuhkan waktu dan perjalanan lebih banyak.

Meski demikian, BPBD Purwakarta memastikan penyaluran air bersih tetap dilakukan untuk membantu warga yang kesulitan mendapatkan air akibat kemarau berkepanjangan. (yat)

Related Articles

Back to top button