Jannah Theme License is not validated, Go to the theme options page to validate the license, You need a single license for each domain name.
Purwakarta
Trending

Debit Air PDAM Purwakarta Turun 50%, Pelayanan Tetap Aman

PURWAKARTA, RAKA – Debit dua mata air yang menjadi sumber air baku Perumda Air Minum (PDAM) Gapura Tirta Rahayu Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, mengalami penurunan lebih dari 50 persen selama musim kemarau. Meski berdampak pada pelayanan di sejumlah wilayah, PDAM memastikan ketersediaan air secara keseluruhan masih aman.

Kepala Bagian Hubungan Pelanggan Perumda Air Minum Gapura Tirta Rahayu Kabupaten Purwakarta, M. Zaenal Arifin, mengatakan PDAM memiliki tiga sumber air untuk memenuhi kebutuhan pelanggan.

Ketiga sumber tersebut terdiri dari air irigasi untuk pelayanan di wilayah Cabang Plered, air permukaan dari Danau Jatiluhur, serta mata air yang berada di wilayah Wanayasa.

“Jadi sebelumnya PDAM Purwakarta ini kita punya menggunakan tiga sumber air. Satu untuk Cabang Plered itu menggunakan air irigasi dan sejauh ini alhamdulillah aman,” kata Zaenal, Selasa (15/9/2026).

Menurutnya, sumber air dari Danau Jatiluhur juga masih berada dalam kondisi aman. Ketika permukaan danau menyusut, PDAM dapat menyesuaikan posisi pompa dan menambah panjang pipa untuk menjaga proses produksi air.

“Yang kedua kita ada Danau Jatiluhur itu menggunakan proses pengolahan, itu juga masih masuk kategori aman karena ketika surut pun kita menambah panjang pipa dan pembentukan pompa untuk produksi,” ujarnya.

Persoalan justru terjadi pada sumber mata air di wilayah Wanayasa, yakni Mata Air Cilembangsari dan Cigoong. Berdasarkan informasi dari bagian terkait, debit kedua mata air tersebut telah berkurang lebih dari 50 persen.

Penurunan debit tersebut mulai memengaruhi pelayanan pelanggan di beberapa wilayah Kecamatan Purwakarta yang mendapat pasokan dari sumber mata air.

“Yang terakhir kita punya sumber air itu di mata air yang ada di Wanayasa. Ini yang sebetulnya jadi permasalahan sekarang, karena informasi yang saya dapat dari bagian terkait itu sudah ada penurunan lebih dari 50 persen debit airnya,” jelas Zaenal.

Ia menyebut, kondisi mata air berbeda dengan sumber air permukaan dari Danau Jatiluhur. Pada sumber air permukaan, produksi masih bisa dipertahankan dengan menurunkan posisi pompa. Sementara pada mata air, produksi sangat bergantung pada debit alami yang tersedia.

Meski debit mata air mengalami penyusutan, Zaenal memastikan ketersediaan air PDAM secara keseluruhan masih aman. Hal itu ditopang oleh tiga sumber air yang digunakan untuk melayani pelanggan.

Selain itu, jaringan perpipaan PDAM telah saling terkoneksi. Apabila salah satu sumber mengalami gangguan, suplai dapat dibantu dari sumber air lainnya.

“Di kita itu ada yang namanya pipa saling berkoneksi. Jadi kalau ada satu yang bermasalah maka dibantu suplai oleh sumber air yang lain walaupun memang belum bisa maksimal,” katanya.

Namun, pengalihan suplai tidak bisa dilakukan secara penuh. Sebab, setiap sumber air juga memiliki wilayah pelayanan dan jumlah pelanggan masing-masing.

“Kalau kita buka dari sumber air lain pasti akan berpengaruh terhadap pelanggan yang dialiri oleh sumber itu,” ujarnya.

Dengan kondisi tersebut, gangguan pelayanan lebih banyak terjadi pada jam pemakaian puncak, terutama pagi dan sore hari. Di luar jam tersebut, aliran air biasanya kembali berjalan.

Zaenal mengatakan, beberapa wilayah telah menerapkan sistem pengaliran secara bergilir. Penghentian aliran biasanya dilakukan pada jam-jam tertentu ketika kebutuhan air pelanggan meningkat.

“Beberapa wilayah ada yang memang sudah melakukan gilir atau memang di jam-jam tertentu itu biasanya off. Biasanya pada saat puncak pemakaian itu pagi atau sore,” katanya.

PDAM memusatkan penanganan pada sejumlah wilayah di Kecamatan Purwakarta yang mengalami gangguan paling berat. Untuk pelanggan yang alirannya tidak mengalir sama sekali, PDAM menyiapkan distribusi air menggunakan armada tangki.

“Setiap hari kami distribusikan air melalui armada tangki kami untuk beberapa wilayah yang memang fatal, dalam arti memang tidak mengalir sama sekali,” ungkap Zaenal.

Meski demikian, ia menyebut jumlah pelanggan yang sama sekali tidak mendapatkan aliran air relatif kecil. Sebagian besar gangguan hanya terjadi pada jam tertentu akibat tingginya pemakaian dan berkurangnya debit mata air.

Zaenal menjelaskan, PDAM memiliki tanggung jawab pelayanan kepada pelanggan. Ketika air tidak dapat dialirkan melalui jaringan perpipaan, distribusi dilakukan dengan cara lain, salah satunya menggunakan mobil tangki.

“Ketika air tidak bisa dialirkan melalui perpipaan kita diwajibkan untuk mendistribusikan air melalui cara lain. Cara lain itu salah satunya dengan pengiriman tangki,” ujarnya.

Selain kepada pelanggan, PDAM juga turut membantu kebutuhan air bersih masyarakat umum yang terdampak kekeringan. Bantuan tersebut dilakukan melalui koordinasi dengan BPBD Kabupaten Purwakarta sebagai bagian dari tim penanggulangan bencana.

Dalam penanganan tersebut, BPBD memiliki peran mendistribusikan air kepada masyarakat, sementara PDAM ikut mendukung melalui pengiriman air sebagai bentuk tanggung jawab sosial perusahaan.

PDAM Gapura Tirta Rahayu juga mengimbau masyarakat agar menggunakan air secara bijak. Imbauan tersebut tidak hanya berlaku ketika musim kemarau, tetapi juga saat musim penghujan.

Zaenal mengatakan, air merupakan sumber daya yang harus dijaga agar dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan oleh generasi berikutnya.

“Memang mata air itu bukan hanya di musim kemarau saja. Hemat air ini memang di musim penghujan pun kita harus bijak menggunakan air, karena air ini harus diwariskan turun-temurun ke anak cucu kita,” katanya.

PDAM juga telah menyiapkan flyer digital berisi imbauan penggunaan air secara hemat. Selain penghematan, masyarakat diminta ikut menjaga kelestarian hutan yang menjadi salah satu sumber alami mata air.

Sementara untuk sumber air Danau Jatiluhur, ketersediaannya juga dipengaruhi oleh intensitas hujan.

Bagi masyarakat yang mengalami gangguan pelayanan maupun membutuhkan informasi terkait bantuan air bersih, terdapat tiga saluran yang dapat dihubungi.

Pertama, masyarakat dapat mendatangi Balai Katresna di lingkungan Pemerintah Daerah Purwakarta. Kedua, melalui kontak BPBD Kabupaten Purwakarta. Ketiga, melalui call center PDAM Gapura Tirta Rahayu di nomor 0811-1611-384.

Zaenal menegaskan, PDAM terus bersinergi dengan pemerintah daerah dan BPBD untuk menjaga pelayanan kepada pelanggan sekaligus membantu masyarakat umum yang terdampak kekeringan.

“Sejauh ini kita bersinergi untuk melakukan pengiriman air bersih dengan pelanggan PDAM juga ke masyarakat umum,” pungkasnya. (yat)

Related Articles

Back to top button