Jannah Theme License is not validated, Go to the theme options page to validate the license, You need a single license for each domain name.
Purwakarta
Trending

Karhutla di Purwakarta Meningkat Tajam Selama Kemarau 2026

PURWAKARTA, RAKA – Musim kemarau panjang membuat ancaman kebakaran di Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, semakin tinggi. Hingga September 2026, tercatat 329 kejadian kebakaran ditangani Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) Kabupaten Purwakarta.

Dari jumlah tersebut, 252 kejadian atau 76,59 persen merupakan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Angka itu membuat karhutla menjadi jenis kebakaran yang paling banyak ditangani petugas selama periode tersebut.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Purwakarta, Juddy Herdiana, mengatakan kondisi lahan yang kering selama kemarau menjadi salah satu faktor yang membuat kebakaran lebih mudah terjadi dan meluas.

“Yang paling banyak kasus kebakaran dalam sehari terjadi pada 15 September lalu, dengan total 16 kasus yang dilaporkan,” kata Juddy, Rabu (23/9/2026).

Selain karhutla, Damkar Purwakarta mencatat 34 kasus kebakaran permukiman. Sejumlah kejadian lainnya terjadi pada objek berbeda, mulai dari kendaraan hingga tower listrik.

Menurut Juddy, dominasi karhutla terlihat dari proporsinya yang mencapai 76,59 persen dari seluruh kejadian kebakaran yang tercatat hingga September.

“Kebakaran karhutla paling banyak persentasenya hingga 76,59 persen,” ujarnya.

Penanganan kebakaran selama musim kemarau juga menghadapi tantangan tersendiri. Damkar Purwakarta harus berhadapan dengan keterbatasan personel dan armada, sementara kebutuhan air untuk pemadaman juga menjadi persoalan ketika kondisi wilayah mengalami kekeringan.

Untuk memenuhi kebutuhan air di lokasi kebakaran, Damkar Purwakarta berkoordinasi dengan Perumda Air Minum (PDAM) Purwakarta.

“Kita pasokan air untuk keperluan pemadaman sudah bekerja sama dengan pihak PDAM Purwakarta,” kata Juddy.

Namun, dampak kemarau terhadap tugas Damkar tidak hanya terlihat dari meningkatnya kejadian kebakaran. Petugas juga menerima laporan mengenai hewan liar yang masuk ke permukiman warga.

Ular dan biawak menjadi beberapa jenis hewan yang harus dievakuasi petugas. Kondisi lingkungan yang kering diduga membuat hewan-hewan tersebut mencari makanan maupun tempat berlindung hingga masuk ke kawasan permukiman.

“Personel Damkar tidak hanya menangani kebakaran, tetapi juga harus menangani hewan liar seperti ular dan biawak yang masuk ke permukiman warga akibat kemarau,” ujarnya.

Selain penanganan kebakaran, Damkar dan Penyelamatan Purwakarta mencatat 1.246 kejadian rescue hingga September 2026.

Kasus rescue tersebut mencakup beragam kejadian, di antaranya evakuasi hewan liar, penanganan sarang tawon, orang tenggelam hingga kejadian longsor.

Dari keseluruhan laporan rescue, sekitar 40,9 persen berkaitan dengan penanganan hewan. Data tersebut menunjukkan perubahan pola tugas petugas Damkar selama kondisi kemarau berlangsung.

Dengan masih berlangsungnya kondisi kering di sejumlah wilayah, kewaspadaan terhadap potensi kebakaran lahan menjadi perhatian. Masyarakat diimbau tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu api, terutama di kawasan yang memiliki vegetasi kering dan mudah terbakar. (yat)

Related Articles

Back to top button