Jannah Theme License is not validated, Go to the theme options page to validate the license, You need a single license for each domain name.
TELUSUR
Trending

Kemenhaj Pastikan Jemaah Umrah Indonesia Aman di Arab Saudi

Menyikapi perkembangan situasi keamanan di kawasan Timur Tengah akhir-akhir ini, Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Republik Indonesia menegaskan bahwa keselamatan jemaah umrah Indonesia merupakan prioritas utama pemerintah. Kemenhaj memastikan bahwa hingga saat ini tidak ada jemaah umrah asal Indonesia yang terdampak langsung oleh situasi tersebut, dan seluruh rangkaian ibadah tetap berjalan sebagaimana mestinya.

Guna mengantisipasi berbagai kemungkinan, Kemenhaj menyampaikan sejumlah imbauan penting bagi jemaah yang saat ini berada di Arab Saudi. Jemaah diminta untuk tetap tenang, meningkatkan kewaspadaan, serta memfokuskan kegiatan pada pelaksanaan ibadah di Makkah dan Madinah. Selain itu, jemaah diimbau untuk membatasi perjalanan yang tidak mendesak ke luar wilayah tersebut, mematuhi seluruh arahan otoritas setempat, menghindari lokasi yang berpotensi rawan, dan terus berkoordinasi secara aktif dengan pihak travel.

Sejalan dengan arahan tersebut, Kemenhaj menginstruksikan seluruh Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) atau travel umrah untuk menjadikan keselamatan jemaah sebagai prioritas utama. Pihak travel diwajibkan memantau kondisi jemaah, memberikan pendampingan, serta segera menginformasikan setiap perubahan jadwal beserta langkah penanganannya. Travel juga harus memastikan jemaah dapat menghubungi petugas saat membutuhkan bantuan di lapangan.

Terkait kondisi terkini para jemaah, Juru Bicara Kemenhaj, Ichsan Marsha, menegaskan bahwa pihaknya terus melakukan pemantauan data secara komprehensif. Ia juga memberikan imbauan khusus bagi seluruh Warga Negara Indonesia (WNI) di wilayah tersebut.

“Kami mengimbau WNI di Arab Saudi, termasuk jemaah umrah, untuk tetap tenang dan meningkatkan kewaspadaan. Hindari lokasi rawan, patuhi aturan yang berlaku, serta ikuti arahan otoritas setempat. Keselamatan harus menjadi prioritas,” ujar Ichsan.

Lebih lanjut, Ichsan memaparkan data jemaah yang berada di titik rawan serangan untuk memastikan kondisi mereka.

“Berdasarkan data yang terdaftar di sistem kami, hingga Minggu, 11 Oktober 2026, total ada 37 jemaah yang berangkat dan pulang melalui Bandara Internasional King Khaled, Riyadh. Berdasarkan komunikasi yang kami jalin bersama dengan Kementerian Luar Negeri serta KBRI Riyadh, alhamdulillah tidak ada jemaah umrah yang menjadi korban dalam serangan tersebut,” tegas Ichsan dalam keterangannya di Jakarta, Senin (12/10/2026).

Related Articles

Back to top button