
PURWAKARTA, RAKA – Atlet skateboard Kabupaten Purwakarta mampu menorehkan prestasi di tingkat nasional meski masih terkendala fasilitas latihan. Kondisi tersebut mendorong Komisi IV DPRD Purwakarta mengusulkan pembangunan skatepark sebagai sarana latihan yang layak bagi atlet olahraga ekstrem.
Ketua Komisi IV DPRD Purwakarta, Ricky Syamsul Fauzi, mengatakan potensi atlet skateboard lokal perlu didukung dengan fasilitas yang memadai agar pembinaan dan prestasi mereka bisa terus berkembang.
Selama ini, Komunitas Indonesia Skateboard (KIS) Purwakarta yang beranggotakan 54 orang masih memanfaatkan trotoar dan area Jalan Purnawarman untuk berlatih.
Padahal, salah satu atletnya, Agung, telah menorehkan sejumlah prestasi, mulai dari juara Best Trick di Bandung dan Subang pada 2022 dan 2023, juara pertama Skater Store pada 2025, hingga meraih juara pertama Best Trick dan juara pertama dalam rangkaian event 76 tingkat nasional pada 2026.
“Saya mendukung penuh kegiatan olahraga ekstrem ini, terlebih cabang olahraganya sudah ada dan atletnya terbukti berprestasi. Karena itu, saya mengusulkan kepada pemerintah daerah untuk memberikan sarana yang layak,” ujar Ricky, Senin (19/10/2026).
Sebagai langkah awal, Komisi IV mengusulkan pemanfaatan lahan kosong di samping Kantor Dinas Pemuda, Olahraga, Pariwisata, dan Kebudayaan (Disporaparbud) Purwakarta untuk pembangunan skatepark.
Ricky menilai lahan tersebut sebaiknya diprioritaskan bagi komunitas olahraga ekstrem, seperti skateboard dan BMX, yang hingga kini belum memiliki fasilitas latihan khusus.
Terkait wacana pemanfaatan lahan tersebut untuk lapangan padel, ia menyarankan agar pemerintah mempertimbangkan penggunaan gedung Pemda yang belum berfungsi optimal.
“Lahan kosong tersebut sebaiknya diprioritaskan bagi teman-teman olahraga ekstrem seperti skateboard dan BMX yang memang belum memiliki fasilitas sama sekali,” tegasnya.
Untuk merealisasikan usulan tersebut, Komisi IV DPRD Purwakarta menempuh sejumlah langkah, mulai dari menyampaikan surat usulan resmi kepada Disporaparbud, berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan selaku pemilik aset lahan, hingga mengusulkan alokasi anggaran dalam rapat Badan Anggaran (Banggar) DPRD bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD).
Pembangunan skatepark diharapkan dapat menjadi fasilitas pendukung pembinaan atlet skateboard dan BMX di Purwakarta. Keberadaan sarana tersebut juga berpotensi membuka ruang latihan yang lebih aman dan terarah bagi komunitas.
Selain mendukung prestasi atlet, fasilitas yang memadai diharapkan menjadi langkah awal untuk mewujudkan rencana komunitas skateboard Purwakarta mendirikan sekolah skateboard atau skate school bagi generasi muda. (yat)



