
PURWAKARTA, RAKA – Pemerintah Kabupaten Purwakarta terus melakukan penataan kawasan perkotaan melalui pembangunan taman baru di sejumlah titik. Upaya tersebut dilakukan untuk memperindah lingkungan sekaligus menghadirkan ruang publik yang lebih tertata bagi masyarakat.
Melalui Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim), pembangunan taman dilakukan di beberapa lokasi, di antaranya Taman Kapten Halim di kawasan Ranca Darah, Taman Kemuning, serta taman di kawasan Salem.
Kepala Disperkim Kabupaten Purwakarta, Entin Suryatin, menjelaskan pembangunan taman menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas penataan kawasan perkotaan.
Berdasarkan data anggaran yang disampaikan, pembangunan Taman Kapten Halim di kawasan Ranca Darah memiliki anggaran sekitar Rp247 juta. Sementara itu, Taman Kemuning dibangun dengan anggaran sekitar Rp99 juta dan taman di kawasan Salem memiliki anggaran sekitar Rp138 juta.
Pembangunan sejumlah taman tersebut diharapkan dapat menghadirkan ruang publik yang lebih nyaman sekaligus memperkuat estetika lingkungan di wilayah Purwakarta.
Selain pembangunan taman, Pemkab Purwakarta juga melakukan penataan kawasan melalui pembangunan tiga gapura baru berkonsep Gapura Melati. Satu gapura dibangun di Jalan Dr. Mr. Kusumahatmaja, tepatnya di samping Gedung Dakwah, sedangkan dua gapura lainnya berada di kawasan perempatan Pemda Purwakarta.
Pembangunan gapura tersebut menggunakan bata terakota dari Plered sebagai upaya mengangkat potensi produk lokal sekaligus mendorong perkembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Entin mengatakan penggunaan material lokal dalam pembangunan fasilitas publik menjadi salah satu bentuk perhatian pemerintah daerah terhadap produk unggulan Purwakarta.
“Pembangunan gapura ini menjadi salah satu bentuk perhatian pemerintah daerah terhadap potensi UMKM lokal, khususnya produk terakota dari Plered. Kami ingin material lokal bisa dimanfaatkan dalam pembangunan sekaligus memberikan dampak bagi pelaku usaha di daerah,” ujar Entin.
Tiga gapura tersebut mengusung konsep Gapura Melati yang dicanangkan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi. Desainnya dilengkapi elemen lampu Binokasih dengan bentuk mahkota kerajaan sebagai bagian dari identitas visual kawasan.
Pembangunan gapura beserta taman median jalan di perempatan Pemda memiliki pagu anggaran sekitar Rp580 juta. Adapun gapura di samping Gedung Dakwah memiliki pagu anggaran sekitar Rp248 juta.
Pemanfaatan material berbahan tanah liat tersebut juga sejalan dengan perhatian pemerintah terhadap program gentengisasi yang menjadi sorotan di tingkat nasional. Pemerintah daerah berupaya memanfaatkan material lokal dalam pembangunan fasilitas publik.
Melalui pembangunan taman dan penataan kawasan, Pemkab Purwakarta berupaya memperindah wajah perkotaan sekaligus memperkuat identitas daerah. Pemanfaatan bata terakota Plered juga diharapkan dapat memperluas penggunaan produk kerajinan lokal dan membuka peluang bagi UMKM untuk berkembang. (yat)



