Notice: Fungsi _load_textdomain_just_in_time ditulis secara tidak benar. Pemuatan terjemahan untuk domain litespeed-cache dipicu terlalu dini. Ini biasanya merupakan indikator bahwa ada beberapa kode di plugin atau tema yang dieksekusi terlalu dini. Terjemahan harus dimuat pada tindakan init atau setelahnya. Silakan lihat Debugging di WordPress untuk informasi lebih lanjut. (Pesan ini ditambahkan pada versi 6.7.0.) in /home/rada4514/public_html/wp-includes/functions.php on line 6121

Notice: Fungsi _load_textdomain_just_in_time ditulis secara tidak benar. Pemuatan terjemahan untuk domain litespeed-cache dipicu terlalu dini. Ini biasanya merupakan indikator bahwa ada beberapa kode di plugin atau tema yang dieksekusi terlalu dini. Terjemahan harus dimuat pada tindakan init atau setelahnya. Silakan lihat Debugging di WordPress untuk informasi lebih lanjut. (Pesan ini ditambahkan pada versi 6.7.0.) in /home/rada4514/public_html/wp-includes/functions.php on line 6121
Perilaku Pemudik Hindari Petugas di Cilamaya - Radar Karawang
HEADLINE

Perilaku Pemudik Hindari Petugas di Cilamaya

CEK SUHU TUBUH: Petugas check point di Cilamaya Wetan memeriksa suhu tubuh pengendara motor.

Cari Jalan Tikus Bablas ke Laut

CILAMAYA WETAN, RAKA – Perilaku pengendara motor yang nekat melintasi perbatasan beragam. Kucing-kucingan dengan petugas check point pun dilakukan agar bisa sampai ke tujuan.

Di Cilamaya Wetan, jika biasanya H-4 arus lalu lintas sudah mulai ramai dengan kendaraan pemudik, baik roda dua maupun roda empat. Namun, selama Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) ini, cenderung berkurang. Jika pun ada yang tetap nekat mudik, mereka harus berhadapan dengan petugas perbatasan.

Terpantau, demi menghindari petugas, pemudik yang menuju jalur Pantura via jalur alternatif Lamaran-Cilamaya tersebut, sampai menerobos ke akses jalanan buntu di Desa Muara, Kecamatan Cilamaya Wetan, Selasa (19/5). “Sampai ada pemudik yang menghindari kita di pertigaan menuju arah Blanakan-Ciasem, menerabas terus ke Desa Muara, padahal ke sana jalannya buntu, ujung laut Karawang,” ungkap Kasie Trantib Cilamaya Wetan Totong Dadang kepada Radar Karawang.

Ia melanjutkan, keramaian pemudik memang tidak seperti tahun-tahun yang lalu, namun hanya ada beberapa kendaraan saja yang didominasi pengendara lokal dari dan menuju Pasar Cilamaya.

Meski demikian, pemudik yang tanpa memperhatikan protokol kesehatan, seperti tidak memakai masker, tempat duduk tidak teratur sesuai protokol, kemudian berboncengan dengan beda domisili, hingga tanpa sarung tangan, pihaknya tahan sampai kelengkapan itu disempurnakan atau memilih untuk balik kanan. “Kita cek suhu tubuh, penggunaan masker, cek identitas dan tujuan, semua kita lakukan agar Covid-19 ini cepat selesai,” pungkasnya. (rok) 

Related Articles

Back to top button