
KARAWANG, RAKA – Sedikitnya 150 rumah di Perumahan Villa Kencana Karawang, Desa Wancimekar, Kecamatan Kotabaru, terendam banjir hingga mencapai ketinggian sekitar satu meter, Minggu (24/5).
Banjir yang terjadi sejak siang hingga malam itu disebut sebagai yang terparah dibanding kejadian sebelumnya dan memaksa sejumlah warga mengungsi.
Ketua RT 02 RW 04 Desa Wancimekar, Banda Subanda mengatakan, wilayah Perumahan Villa Kencana memang kerap mengalami banjir setiap kali hujan dengan intensitas tinggi mengguyur kawasan tersebut.
Namun, banjir kali ini dinilai lebih parah karena dipicu kombinasi curah hujan tinggi serta kiriman air dari hulu.
Menurutnya, aliran Sungai Cipondoh yang menuju hilir mengalami penyempitan sehingga aliran air tidak berjalan normal dan kembali meluap ke permukiman warga. Kondisi tersebut juga diperparah dengan adanya tanggul yang jebol.
“Banjir hari ini mencapai sekitar satu meter. Ada sekitar 150 rumah yang terdampak. Selain itu ada tanggul yang jebol sehingga air masuk semakin besar,”katanya, Minggu (24/5).
Akibat banjir tersebut, sambungnya, sejumlah rumah warga mengalami kerusakan. Selain itu, banyak kendaraan warga yang mogok akibat terendam air.
Berbagai barang rumah tangga seperti kasur dan perabotan lainnya juga ikut terendam banjir. Banda menambahkan, sebagian warga memilih mengungsi ke rumah kerabat demi keselamatan.
“Bahkan terdapat dua keluarga yang sementara mengungsi di rumahnya,”ujarnya.
Sementara itu, Pengurus RT 04 RW 02 Desa Wancimekar Robi mengatakan, banjir yang melanda Villa Kencana bukan kali pertama terjadi. Pihak warga dan pengurus lingkungan sebelumnya telah beberapa kali menyampaikan tuntutan kepada pengembang agar dilakukan pembenahan saluran air.
Ia menyebutkan, sedikitnya tiga kali audiensi telah dilakukan bersama pihak pengembang dan pemerintah desa.
Dalam pertemuan tersebut, warga meminta adanya pelebaran saluran sungai untuk mengantisipasi banjir, namun hingga saat ini belum ada tindak lanjut.
“Kami sudah tiga kali melakukan audiensi dengan pihak pengembang dan pemerintah desa, tetapi sampai sekarang belum ada realisasi. Pergantian manajemen pemasaran yang sering terjadi juga membuat persoalan ini belum terselesaikan,” ujarnya.
Robi menuturkan, karena banjir kali ini menjadi yang paling parah, warga sempat mendatangi kantor pemasaran pengembang secara spontan. Namun, saat didatangi tidak ada pimpinan manajemen di lokasi. “Kami melakukan penyegelan. Rencananya besok akan ada aksi lanjutan,”tegasnya.
Di sisi lain, warga Villa Kencana Karawang Rulli, mengaku mulai kelelahan menghadapi banjir yang terus berulang tanpa solusi yang jelas. Meski tidak ada barang elektronik yang rusak karena sempat dievakuasi lebih awal, kondisi banjir tetap mengganggu aktivitas dan kenyamanan keluarga.
“Kami berharap ada solusi nyata dari pihak pengembang maupun pemerintah agar banjir ini tidak terus terjadi,”harapnya. (zal)



