Bantu UMKM Naik Kelas, Mahasiswa KKN UBP Karawang Dampingi Warga Pinayungan Urus NIB

KARAWANG – Sekelompok mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Buana Perjuangan (UBP) Karawang turun langsung membantu para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Desa Pinayungan, Kecamatan Telukjambe Timur, Kabupaten Karawang, dalam mengurus Nomor Induk Berusaha (NIB). Program ini digagas untuk menjembatani warga yang selama ini kesulitan mengakses legalitas usaha lantaran prosesnya yang serba digital.
Program tersebut digawangi oleh Bagus Hadi Kusuma, mahasiswa Program Studi Ilmu Hukum, Fakultas Hukum UBP Karawang. Menurutnya, ide pendampingan ini muncul setelah tim KKN turun langsung ke lapangan dan melakukan observasi awal di lingkungan desa selama beberapa hari pertama masa penugasan.
“Waktu kami keliling dan ngobrol-ngobrol dengan warga, ternyata banyak juga yang punya usaha, mulai dari warung hingga jajanan rumahan , tapi belum ada satu pun dokumen legal yang mereka pegang. Dari situ kami mulai mikir, ini kesempatan buat kami bantu,” ujar Bagus.
Ia menjelaskan, minimnya pemahaman soal NIB di kalangan pelaku UMKM desa umumnya bukan karena warga tidak mau mengurus, melainkan karena keterbatasan akses informasi dan ketidaktahuan cara menggunakan sistem digital seperti Online Single Submission (OSS). Banyak pelaku usaha, terutama generasi yang lebih tua, mengaku canggung dengan proses pendaftaran berbasis aplikasi dan website.

“NIB itu sebenarnya bukan cuma soal legal-legalan doang. Ini pintu masuk buat mereka bisa akses permodalan dari bank atau koperasi, ikut pelatihan dari dinas terkait, sampai dapat program bantuan pemerintah buat UMKM. Kalau nggak punya NIB, banyak pintu yang otomatis tertutup,” lanjutnya.
Program pendampingan ini dilaksanakan secara bertahap dan sistematis. Tahap pertama dimulai dengan pendataan pelaku UMKM di seluruh wilayah desa, mencatat jenis usaha, skala usaha, hingga kendala yang selama ini dihadapi warga. Setelah itu, tim KKN menggelar sosialisasi kepada warga mengenai pentingnya legalitas usaha, termasuk manfaat jangka panjang dari kepemilikan NIB.
Tahap berikutnya adalah pendampingan teknis, mulai dari membantu pelaku usaha menyiapkan dokumen persyaratan seperti KTP dan data usaha, hingga mendampingi langsung proses pendaftaran secara online melalui sistem OSS. Mahasiswa KKN turut membantu warga yang belum familiar dengan gawai atau internet, memastikan setiap tahapan bisa dipahami dan diselesaikan dengan baik.
“Kami usahakan pendampingannya sampai tuntas, jadi bukan cuma dikasih tahu caranya terus ditinggal. Kami temani sampai NIB-nya benar-benar terbit,” kata Bagus.
Salah satu pelaku UMKM yang merasakan langsung manfaat program ini adalah Fahri Satria Putra, pemilik warung kelontong di Desa Pinayungan. Usahanya bergerak di bidang perdagangan eceran berbagai macam barang, terutama makanan, minuman, dan tembakau, di luar sistem swalayan. Fahri mengaku sebelumnya sama sekali belum mengetahui cara mengurus NIB.
“Dulu saya bingung cara urus NIB, soalnya semua serba online, sementara saya nggak terlalu paham pakai hp buat urusan begituan. Untung ada adik-adik KKN yang mau bantu dampingi dari awal sampai akhir. Sekarang usaha warung saya sudah punya legalitas, jadi lebih tenang kalau mau berkembang,” ujar Fahri.
Tidak sedikit pula pelaku UMKM lain yang menyatakan program ini datang di waktu yang tepat, mengingat semakin banyak program bantuan usaha dari pemerintah maupun lembaga keuangan yang mensyaratkan NIB sebagai salah satu dokumen wajib.
Program pendampingan NIB ini menjadi salah satu wujud nyata pengabdian mahasiswa kepada masyarakat, sekaligus bagian dari upaya memperkuat sektor UMKM di Desa Pinayungan di tengah perkembangan ekonomi digital yang semakin pesat. Kegiatan ini juga sejalan dengan tema besar KKN UBP Karawang 2026, yakni “Pemberdayaan Masyarakat dalam Pengelolaan Sampah Berbasis Lingkungan Berkelanjutan”.

Selain program NIB, mahasiswa KKN UBP Karawang di Desa Pinayungan turut menjalankan sejumlah program lain yang menyasar berbagai aspek kehidupan masyarakat, mulai dari edukasi lingkungan, pemberdayaan ekonomi, hingga kegiatan yang menyasar generasi muda desa. Rangkaian program tersebut diharapkan dapat memberi dampak yang berkelanjutan, tidak hanya selama masa KKN berlangsung, tetapi juga jauh setelah mahasiswa menyelesaikan masa pengabdiannya.
Ke depan, legalitas usaha yang kini telah dikantongi para pelaku UMKM Desa Pinayungan diharapkan menjadi titik awal bagi tumbuhnya perekonomian masyarakat desa yang lebih mandiri dan berkelanjutan.
Tautan ke: kkn.ubpkarawang.ac.id



