
Pernah kepikiran nggak sih, apa bedanya galon air yang kita beli bermerek dengan yang kita isi ulang di depot pinggir jalan? Meski sama-sama bisa dipakai berkali-kali, ternyata proses pembersihan dan pengawasannya beda jauh, lho.
Kalau kita bicara soal Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) bermerek, standarnya emang nggak main-main. Setiap galon yang balik ke pabrik harus dicek dulu kondisi fisiknya. Kalau ada yang rusak atau nggak layak, langsung dipisahkan dan nggak dipakai lagi. Proses cucinya juga canggih banget karena sudah otomatis, mulai dari pakai air panas, deterjen khusus food grade, pembilasan tekanan tinggi, sampai sterilisasi pakai sinar UV atau ozonisasi.
Direktur Industri Minuman, Hasil Tembakau, dan Bahan Penyegar Kementerian Perindustrian Merrijantij Punguan Pintaria menjelaskan kalau, “Produk AMDK merupakan produk yang diberlakukan SNI secara wajib serta dilakukan pemantauan dan pengujian parameter kualitas melalui audit surveilans secara berkala untuk memastikan keamanan konsumsi di tingkat konsumen.”
Nggak cuma itu, keamanan kemasan ini juga dipastikan lewat sertifikasi resmi. Kepala BPOM Taruna Ikrar menjamin kalau produk yang sudah lolos sensor mereka itu aman. Beliau bilang, “Ya tentu aman, yang sudah (tersertifikasi) Badan POM-nya sudah pasti aman. Karena kan salah satu persyaratan Badan POM mengeluarkan kalau dia sudah punya SNI.”
Nah, beda cerita sama Depot Air Minum Isi Ulang (DAMIU). Di sini, biasanya konsumen bawa galon sendiri yang kondisinya bisa macam-macam, mulai dari beda merek, beda usia, sampai riwayat pemakaian yang nggak ketahuan. Sebelum diisi, galon tersebut biasanya cuma dibersihkan atau dibilas di lokasi depot saja.
Jadi, walaupun kelihatannya sama-sama air bening dalam galon, sistem pengawasan dan cara pembersihannya punya standar yang berbeda banget. Tetap teliti ya sebelum pilih air minum buat kebutuhan sehari-hari!



