HEADLINE
Trending

Bukan Cuma Fisik dan Verbal, Ini Bentuk Kekerasan Seksual yang Jarang Disadari

KARAWANG,RAKA- Sikapi masih maraknya kasus kekerasan seksual di lingkungan pendidikan, Korps PMII Putri (Kopri) PMII Karawang mendorong terbentuknya Satgas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (PPKS) di instansi pendidikan di Kabupaten Karawang.

Ketua Kopri PMII Karawang, Andini Septi Salsadilla mengatakan, Kopri menggandeng DPPKB Kabupaten Karawang dan Duta Genre dalam kegiatan diskusi pencegahan kekerasan seksual dan perlindungan korban yang digelar sebagai upaya meningkatkan kesadaran mahasiswa terhadap pentingnya ruang aman di lingkungan akademik. Sabtu (16/5).

“Kegiatan ini berkolaborasi dengan DPPKB dan juga organisasi binaan DPPKB yaitu Duta Genre sebagai pemantik diskusi,” ujarnya.

Kegiatan ini menjadi ruang pengingat bahwa kasus kekerasan seksual masih banyak terjadi di sekitar masyarakat, khususnya di lingkungan akademik.

“Acara ini bukan hanya seremonial semata, tetapi untuk mengingat kembali bahwa masih banyak kekerasan seksual di sekitar kita, terutama di ruang akademik,” paparnya.

Ia menjelaskan, salah satu output yang ingin dicapai dalam kegiatan tersebut adalah mendorong terbentuknya Satgas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (PPKS) di instansi pendidikan di Kabupaten Karawang. Selain itu, Kopri PMII Karawang juga berupaya mengembangkan jejaring Satgas PPKS dengan membentuk tim kecil sebagai ruang aman bagi mahasiswa.

“Ruang aman ini nantinya menjadi jembatan antara Kopri PMII Karawang dengan Satgas PPKS di masing-masing kampus,” jelasnya.

Salah satu pemantik diskusi Belen, mengajak peserta untuk lebih peka terhadap kondisi di lingkungan sekitar karena kasus kekerasan seksual kerap terjadi di kehidupan sehari-hari.

“Kita harus lebih terbuka dan lebih melek terhadap kondisi lingkungan sekitar, karena sering kali kasus seperti ini justru terjadi di lingkungan yang dekat dengan kehidupan sehari-hari,” terangnya.

Belen juga menyoroti bahwa bentuk kekerasan seksual tidak hanya berupa kontak fisik maupun verbal, tetapi juga bisa terjadi dalam bentuk non-verbal yang masih belum banyak dipahami masyarakat.

“Bentuknya tidak hanya fisik atau verbal, tetapi juga non-verbal yang mungkin belum banyak diketahui masyarakat,” tambahnya.(asy)

Related Articles

Back to top button