
KARAWANG, RAKA – Untuk menekan kamacetan dan potensi bentrok sesama pengendara saat jam pulang kerja, Dinas Perhubungan Karawang blokade bundaran Ramayana Karawang.
Kepala Bidang Lalu Lintas, Angkutan, dan Pengembangan Keselamatan Dishub Karawang Yunus Kusriwanto mengatakan, kemacetan menjadi salah satu persoalan yang cukup dilematis di Kabupaten Karawang khususnya saat jam pulang kerja. Bagaimana tidak, selain jumlah kendaraan yang padat banyak juga ditemukan pengendara melawan arus.
“Jadi ini bentuk upaya kita bersama jajaran Satlantas agar persoalan tersebut bisa sedikit teratasi,” ucapnya kepada Radar Karawang. Rabu (4/6)
Ia membeberkan, salah satu titik yang sering dijadikan lawan arus adalah bundaran Ramayana Karawang, dimana ratusan pengendara dari arah tuparev memotor jalur bundaran tanpa melakukan putar arah yang harusnya dilakukan di depan gedung Samsat Karawang.
“Harusnya mereka putar arah dulu, tidak langsung poto jalan ke bundaran” bebernya.
Menurut Yunus, dampak dari memotong jalan itulah yang membuat lalulintas semakin macet terutama untuk pengendara dari arah Johar menuju Pemda.
“Karena jumlah yang memotong jalan ini jumlahnya puluhan setiap melintas, kemudian menghambat dan terjadi penumpukan dari arah johar,” katanya.
Masih dikatakan Yunus, selain memperburuk kondisi lalulintas, memotong jalan memicu bentrok sesama pengendara khususnya pesepeda motor.”karena posisinya bundaran kadang kalo jalan lagi kosong kecepatan cukup tinggi kemudian tiba tiba dari arah Tuparev nyebrang,”
Sementara itu salah satu pegawai toko pakaian di lokasi tersebut Sitorus (32) mengungkapkan, kemacetan sebenarnya diwajarkan karena bundaran dekat dengan perlintasan lereta api Tuparev, akan tetapi penutupan bundaran ramayana tersebur menjadi salah satu kebijakan tepat karena bisa mengurangi bentrok pengendara. “Soalnya ada saja warga yang adu mulut gara gara tabrakan,” pungkasnya. (mal)


