Pupuk Organik Tingkatkan Produksi Padi di Cilamaya

MENINGKAT: Hasil tanam pakai pupuk organik lebih bagus.

CILAMAYA WETAN, RAKA- Panen raya persawahan dengan pupuk organik sebagai pengganti pupuk kimia, terbukti mampu meningkatkan produksi. Dari seluruh lokasi percontohan, penggunaan pupuk organik tersebut mampu mendongkrak hasil panen secara signifikan dibandingkan pemakaian pupuk kimia.

Ini dibuktikan dari hasil panen di persawahan yang ada di wilayah Desa Cilamaya, Kecamatan Cilamaya Wetan. Dari luas 28 hektare sawah, tanaman padi mampu panen signifikan. “Hasil padinya sekitar 6,2 ton rata-rata, sementara yang pakai pupuk kimia malah hanya 5 ton rata-rata,” kata pria kelahiran Cilamaya tahun 1960 itu, Kamis (14/10).

Ia menambahkan, besarnya pengeluaran untuk pupuk kimia lantaran tanah pertanian jadi kurang subur, jika terus menerus diberi pupuk kimia. Akibatnya, petani harus menambah biaya untuk mengurangi hama. “Jika pakai pupuk organik, walaupun kondisi sering hujan seperti tahun lalu pun, panen tetap bagus. Pekerjaan petani, katanya, menjadi ringan karena tidak terlalu banyak melakukan penyemprotan” kata Ketua Gapoktan Sukaluyu ini.

Dirinya pun menuturkan, bahwa saat ini dalam menanam padi masih menggunakan semi organik belum semuanya organik. “Baru 50 persen yang organik sisanya 50 persen pupuk kimia,” tuturnya. Sementara itu, Teguh, perwakilan dari Pertamina Gas mengungkapkan bahwa program pertanian ramah lingkungan merupakan program pemberdayaan masyarakat yang memang dibuat untuk pengembangan sistem pertanian yang ramah lingkungan. “Dulu itu ketika belum ada program Ph tanahnya kurang bagus, sekarang Ph tanah di Cilamaya setelah memakai pupuk organik jadi lebih bagus,” ungkapnya.

Teguh pun menambahkan bahwa harapannya kedepan Gapoktan Sukaluyu menjadi percontohan bagi para petani lain. “Kedepan harus menjadi benchmark pengelolaan pertanian ramah lingkungan,” pungkasnya. (cr8)