Satgas PPK DAS Cilamaya Dinilai Belum Kerja Efektif

SERING TERCEMAR: Aliran Sungai Cilamaya di Bendungan Barugbug sering tercemar.

CILAMAYA, RAKA- Satgas PPK DAS Cilamaya dinilai belum bekerja efektif dalam penanganan aliran sungai Cilamaya agar terbebas dari limbah.
Satgas PPK DAS Cilamaya, 10 Februari 2022 memasuki umur dua tahun sejak diterbitkan Peraturan Gubernur pada tanggal 10 Februari 2020 dengan nomor 614/kep-81-DLH/2020, yang bertugas melakukan penataan, pencegahan dan penindakan hukum 4 November 2020, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mendeklarasikan Satgas PPK DAS Cilamaya sebagai duplikasi dari Satgas Citarum Harum.
Sayangnya, dalam pelaksanaan Satgas PPK DAS Cilamaya masih pekerjaan sektoral yaitu Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Jawa Barat, padahal Satgas ini dengan personalia pengurus yang komplit dari Gubernur, Bupati, Polda, Kodam, kejaksaan dan unsur dinas lainnya. “Kami sangat mengharapkan kinerja Satgas PPK DAS Cilamaya berjalan efektif sesuai harapan Kang Gubernur pada kegiatan Gerakan Aksi Nyata yaitu menangani kerusakan lahan kritis, perkebunan, longsoran kemudian dari limbah industri, dari ternak, limbah domestik, sampah wilayah, penegakan hukum, tata ruang informasi publik dan edukasi masyarakat, Sayangnya selama dua tahun ini masih berbentuk harapan” kata Muslim Hafidz, ketua Fordas Cilamaya Berbunga.
Dikatakannya, ia berharap Pemerintah Provinsi (Pemprov) mampu mewujudkan keputusan gubernur. Adapun alasannya dengan personalia Satgas Cilamaya yang komprehensif bisa menyelesaikan persoalan-persoalan Sungai Cilamaya. “Hadirnya Satgas Sungai Cilamaya yang komprehensif menunjukkan kerusakan Sungai Cilamaya yang kompleks dibutuhkan penyelesaian yang extra-ordinary” katanya.
Jika tidak ada langkah yang dilakukan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Fordas Cilamaya Berbunga akan melangkah ke jenjang berikutnya yaitu melaporkan ke Komisi Ombudsman RI. “Teman-teman akan melakukan hearing ke komisi IV DPRD Provinsi Jawa Barat dan meminta klarifikasi Komandan Satgas PPK DAS Cilamaya terkait kinerjanya dan selanjutnya melaporkan ke Komisi Ombudsman RI. Kami mempunyai harapan Sungai Cilamaya sebagai sebuah peradaban yang bersih indah dan Berdayaguna (berbunga),” paparnya. (mra)