Program Ngasuh Diminta Keliling ke Tiap Kecamatan

PENGAJIAN: FKPAI mengikuti kegiatan Ngasuh di Kecamatan Cilebar.

CILEBAR, RAKA- Forum Komunikasi Penyuluh Agama Islam Kementerian Agama Kabupaten Karawang disetiap kecamatan mengikuti kegiatan Ngaji Sareng Penyuluh Agama (Ngasuh) di Majelis Taklim Nurul Taqwa Kecamatan Cilebar. Kegiatan ini diminta dilaksanakan secara keliling ke setiap kecamatan.

Penyuluh Agama Islam Fungsional KUA Kecamatan Cilebar Hj. Ihat Solihat mengharapkan, kegiatan Ngasuh ini dapat dilaksanakan keliling ke setiap kecamatan untuk memperkuat jalinan sinergitas lintas sektoral. “Teruslah perkuat sinergitas lintas sektor dengan melaksanakan program Ngasuh ini ditiap-tiap kecamatan dan berikan keteladan dengan terus mengajak umat dalam kemashlahatan,” ucapnya, Minggu (21/11).

Di tempat yang sama, Camat Cilebar H. Ahmad Kartiwa mendukung program Ngasuh ini. Bahkan, kedepan pihaknya siap memberikan fasilitas di kecamatan untuk digunakan FKPAI. “Kami sangat mengapresiasi program ngaji sareng penyuluh atau Ngasuh ini yang tentunya sangat baik sebagai kontribusi pembangunan bidang keagamaan di wilayah Kecamatan Cilebar, khususnya dan kabupaten Karawang umumnya. Untuk itu, kecamatan mendukung penuh dengan memberikan fasilitas kantor kecamatan untuk digunakan kegiatan kegiatan penyuluh agama ke depan,” ujarnya.

Sementara itu, dalam tausiyahnya Ketua FKPAI Kabupaten Karawang Ahmad Romdhoni, menyampaikan tentang perlunya manusia memiliki dua modal besar yaitu keimanan dan ketaqwaan untuk menjadi pribadi muslim yang hakiki. “Keimanan yang kokoh akan membentuk pribadi muslim yang selalu berhati-hati dalam berbuat, kehati-hatian dalam berbuat akan menjadikan kita menjadi manusia yang bermanfaat bagi manusia yang lainnya,” terangnya.

Tidak hanya itu, Romdhoni juga meminta masyarakat menjaga kerukunan karena ajaran Islam juga mengajarkan tentang pentingnya menjaga kerukunan intern dan antar umat beragama, hal ini bisa diwujudkan salah satunya dengan moderasi beragama. “Dengan moderasi beragama kita bisa mencari jalan tengah dari setiap perbedaan, sehingga perbedaan takkan menjadikan sekat antar umat beragama tapi menjadi perekat,” pungkasnya. (asy)