Purwakarta
Trending

Dinsos P3A Purwakarta: MPLS Jadi Ajang Cegah Bullying

PURWAKARTA, RAKA – Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) Kabupaten Purwakarta mendorong Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) tidak hanya menjadi ajang adaptasi bagi peserta didik baru, tetapi juga sebagai langkah awal memperkuat perlindungan anak melalui edukasi pencegahan perundungan, kekerasan, dan penyalahgunaan narkotika, psikotropika, alkohol, serta zat adiktif lainnya (NAPZA).

Siswa baru dibekali pemahaman mengenai pentingnya membangun budaya sekolah yang aman, inklusif, dan ramah anak sejak hari pertama mereka memasuki lingkungan pendidikan.

Perwakilan Dinsos P3A Kabupaten Purwakarta, Dandi Prima Kusumah, mengatakan pembentukan karakter peserta didik harus dimulai sejak awal masa sekolah. Menurutnya, edukasi menjadi fondasi penting agar anak mampu mengenali berbagai bentuk ancaman di lingkungan sekitar sekaligus memiliki keberanian untuk menolak dan melaporkannya.

“Pencegahan harus dimulai dari edukasi. Kami berharap para siswa memahami hak dan kewajibannya, mampu menghargai sesama, menolak segala bentuk perundungan, kekerasan, dan penyalahgunaan narkoba, serta bersama-sama menciptakan lingkungan sekolah yang aman, sehat, dan ramah anak,” ujar Dandi, Rabu (15/7/2026).

Para peserta didik diperkenalkan pada berbagai bentuk perundungan beserta dampaknya terhadap kondisi psikologis, sosial, hingga proses belajar. Mereka juga diberikan pemahaman mengenai tanda-tanda kekerasan terhadap anak dan pentingnya mencari bantuan apabila menjadi korban maupun menyaksikan tindakan tersebut.

Selain isu perlindungan anak, Dinsos P3A juga menekankan bahaya penyalahgunaan NAPZA yang dapat mengancam masa depan generasi muda. Para siswa diajak memahami faktor-faktor yang dapat mendorong penyalahgunaan zat adiktif serta pentingnya membangun ketahanan diri agar tidak mudah terpengaruh lingkungan pergaulan.

Dandi menegaskan setiap anak memiliki hak untuk memperoleh rasa aman selama mengikuti proses pendidikan. Karena itu, menurutnya, upaya perlindungan anak tidak bisa hanya dibebankan kepada sekolah, melainkan membutuhkan keterlibatan orang tua, guru, pemerintah, hingga peserta didik sendiri.

Ia menambahkan, budaya saling menghormati dan kepedulian antarsiswa harus terus dibangun agar sekolah menjadi tempat yang nyaman bagi seluruh peserta didik untuk belajar dan berkembang.

Melalui edukasi yang diberikan selama rangkaian MPLS, Dinsos P3A Kabupaten Purwakarta berharap peserta didik baru memiliki bekal untuk mengenali potensi ancaman sejak dini, berani menolak segala bentuk perundungan, kekerasan, maupun penyalahgunaan NAPZA, serta ikut menciptakan lingkungan sekolah yang sehat, aman, dan ramah anak. (yat)

Related Articles

Back to top button