Fokus Cetak Generasi Berdaya Saing Global, Sekolah Berasrama Islam Baru Hadir di Purwakarta

PURWAKARTA, RAKA – Kehadiran lembaga pendidikan berbasis International Islamic Boarding School menambah warna baru dunia pendidikan di Kabupaten Purwakarta. Melalui konsep yang memadukan pendidikan agama, pembinaan karakter, serta penguasaan sains dan teknologi, Madrasah Aliyah (MA) Insan Cendekia Nusantara di Desa Neglasari, Kecamatan Darangdan, hadir sebagai salah satu alternatif pendidikan bagi masyarakat.
Di tengah tuntutan zaman yang semakin kompetitif, sekolah tidak lagi hanya dituntut mencetak lulusan yang unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter kuat, kemandirian, serta kemampuan beradaptasi dengan perkembangan global. Konsep tersebut menjadi salah satu fokus yang dikembangkan MA Insan Cendekia Nusantara.
Ketua Yayasan Endan Andansih, Endang Usman, mengatakan sistem pendidikan yang diterapkan mengintegrasikan pembelajaran formal, pembinaan akhlak, dan pengembangan kepemimpinan dalam lingkungan berasrama.
Menurutnya, pendidikan harus mampu membentuk generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki fondasi moral yang kuat dan siap menghadapi tantangan masa depan.
“Penyelenggaraan pendidikan diarahkan untuk membentuk peserta didik yang berakhlakul karimah, memiliki wawasan keislaman yang moderat, mandiri, unggul dalam bidang sains dan teknologi, serta mampu berkompetisi dan berkolaborasi di tingkat global,” ujar Endang, Sabtu (6/6).

Ia menjelaskan, penguatan karakter menjadi bagian penting dalam proses pendidikan karena kemampuan akademik perlu diimbangi dengan integritas, kedisiplinan, dan kepemimpinan yang baik.
Selain pembinaan keagamaan, sekolah tersebut juga menempatkan penguasaan sains dan teknologi sebagai salah satu fokus pembelajaran. Pendekatan ini dinilai penting untuk menjawab kebutuhan sumber daya manusia yang semakin kompetitif di era digital.
MA Insan Cendekia Nusantara juga menerapkan sistem pembelajaran dengan jumlah siswa yang terbatas. Pada tahun ajaran 2026, sekolah tersebut membuka kuota sebanyak 120 siswa yang terbagi dalam delapan kelas, dengan maksimal 20 siswa di setiap kelas.
Skema tersebut diharapkan dapat menciptakan proses belajar yang lebih efektif sekaligus memungkinkan pendampingan yang lebih intensif terhadap perkembangan akademik dan karakter peserta didik.
Sementara itu, Ketua Pembina Yayasan Endan Andansih, Muhammad Yusuf Ateh, mengatakan kehadiran MA Insan Cendekia Nusantara merupakan bagian dari upaya memperluas akses pendidikan berkualitas bagi masyarakat.
Ia menilai pendidikan memiliki peran strategis dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan membuka peluang masa depan yang lebih baik bagi generasi muda.
“Kami ingin memberikan kesempatan kepada anak-anak Indonesia untuk memperoleh pendidikan terbaik. Jangan sampai kemiskinan menjadi penghalang mereka meraih masa depan yang lebih baik,” kata Ateh.
Dengan menggabungkan sistem pendidikan Islam, kehidupan berasrama, penguatan karakter, serta pembelajaran sains dan teknologi, MA Insan Cendekia Nusantara diharapkan mampu melahirkan generasi yang tidak hanya memiliki prestasi akademik, tetapi juga berakhlak, mandiri, dan siap bersaing di tingkat nasional maupun global. (yat)



