GERBANG SEKOLAH

Liburan Sekolah Lebih Seru Tanam Mangrove

CILAMAYA WETAN, RAKA – Libur sekolah tak menjadi alasan siswa SMK Indonesia Mas (Domas) untuk tetap melaksanakan kegiatan. Terlebih, kegiataannya ini berada di tempat wisata bahari Dusun Tangkolak, Desa Sukakerta, Kecamatan Cilamaya Kulon. Di lokasi, sejumlah siswa SMK Domas berkesempatan mengetahui lebih jauh tentang tempat wisata Tangkolak, dan pentingnya tanaman mangrove bagi masyarakat.

Seorang siswi Domas kelas X TKJ, Rinrin Ayudianungsih mengatakan, kegiatan di lingkungan wisata sangat menyenangkan karena bisa sambil refresing, namun tetap bisa menambah wawasan tentang keberadaan tanaman. “Baru kesini, dan baru tahu kalau tanaman mangrove mempunyai manfaat yang besar bagi masyarakat. Awalnya hanya tahu namanya saja, jenis api-api,” katanya.

Siswa lainnya, Rere Karelina mengaku ingin langsung menanam pohon mangrove di pantai yang berlumpur ini. Tujuannya ingin turut berkontribusi mencegah abrasi. “Akan lebih bagus jika pantai lain pun ikut melestarikan pohon jenis mangrove ini,” ujarnya.

Rindi Antika mengatakan hal yang sama, dia baru tahu jika manfaat tanaman mangrove begitu besar bagi masyarakat. Terlebih jika suatu saat terjadi bencana rob. Kata Rindi, setelah mendengar penjelasan dari pengelola pantai, kalau ada tanaman mangrove di tepian pantai, mungkin air robnya pun gak langsung mengenai pemukiman warga, tapi tertahan terlebih dahulu oleh tanaman imut ini. “Ternyata tanaman ini bisa mencegah bencana rob,” imbuhnya.

Dikatakan pengelola mangrove, Yanto, awalnya tak banyak masyarakat yang datang kesini sebelum pihak pengelola Dusun Tangkolak melakukan pembenahan, dan mengurus pantai tersebut. Pasalnya, di pantai ini tak banyak hal yang bisa dimanfaatkan untuk dijadikan tempat wisata. “Dulu, jangankan adik-adik dari siswa atau mahasiswa datang mau datang kesini, masyarakatnya pun hampir gak mau. Karena masih belantara, kotor dan kumuh,” katanya.

Saat ini, lanjut Yanto, berbagai kalangan masyarakat sudah bisa menikmati keberadaan wisata Tangkolak. Meski belum sepenuhnya baik, namun pihaknya terus melakukan pembenahan. Di tambah, terdapat banyak bantuan berupa tanaman mangrove dari berbagai instansi yang mempermudah pihak pengelola. “Sekaligus kita berikan pemahaman kepada siswa yang berkunjung, bahwa mangrove ini memiliki manfaat yang besar bagi pantai untuk menahan gelombang,” ucapnya.

Menurutnya, semua yang datang dipastikan akan terheran-heran dengan keadaan wisata Pantai Tangkolak yang terkesan masih sedikit belantara, karena ia juga mengakui, hingga saat ini masih belum sepenuhnya ditata. Hanya saja, kata Yanto, yang menjadi tujuan wisatawan itu bukan berada di bagian pantainya, tapi wisata bahari di laut yang menyuguhkan banyak pemandangan tentang kehidupan bawah laut. (rok)

Related Articles

Back to top button