
PURWAKARTA, RAKA – Peringatan Hari Lahir Kejaksaan Republik Indonesia ke-81 di Kabupaten Purwakarta tidak hanya diisi dengan kegiatan seremonial. Kejaksaan Negeri (Kejari) Purwakarta memilih turun langsung menemui masyarakat dan menyalurkan bantuan.
Bersama pengurus Ikatan Adhyaksa Dharmakarini (IAD) Daerah Kabupaten Purwakarta, jajaran Kejari Purwakarta menggelar bakti sosial pada Selasa (1/9/2026).
Ada dua sasaran utama dalam kegiatan tersebut, yakni membantu renovasi rumah warga yang dinilai tidak layak huni dan memberikan bantuan kepada anak-anak di panti asuhan.
Kepala Kejari Purwakarta Dr. Yudhi Kurniawan mengatakan kegiatan tersebut menjadi cara jajaran Kejaksaan menerjemahkan semangat pengabdian tidak hanya melalui tugas penegakan hukum, tetapi juga kepedulian sosial.
“Peringatan Hari Lahir Kejaksaan RI ke-81 ini tidak hanya menjadi momentum untuk mengenang perjalanan institusi, tetapi juga menjadi kesempatan untuk memperkuat semangat pengabdian dan kepedulian kepada masyarakat,” kata Yudhi dalam keterangan resminya.
Salah satu penerima manfaat kegiatan tersebut adalah Wata (78), seorang buruh tani yang tinggal di Kampung Ciselang RT 20/6, Kelurahan Munjul Jaya, Kecamatan Purwakarta.
Rumah Wata menjadi sasaran bantuan renovasi rumah tidak layak huni dari Kejari Purwakarta.
Dalam pelaksanaannya, Kejari Purwakarta menggandeng Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Purwakarta.
Kolaborasi tersebut diharapkan tidak berhenti pada satu kegiatan, tetapi dapat berkembang menjadi gerakan bersama yang melibatkan lebih banyak unsur masyarakat.
“Kita ingin membangun semangat kebersamaan dan kepedulian. Mudah-mudahan apa yang kita lakukan dapat membantu saudara-saudara kita yang membutuhkan,” ujar Yudhi.
Bagi keluarga penerima, bantuan renovasi rumah bukan sekadar perbaikan bangunan. Hunian yang lebih layak juga berkaitan dengan kenyamanan dan keamanan warga dalam menjalani aktivitas sehari-hari.
Setelah menyerahkan bantuan untuk renovasi rumah, rombongan Kejari Purwakarta bersama pengurus IAD melanjutkan kegiatan ke Panti Asuhan Khoerunnisa di Jalan Taman Pahlawan Nomor 24, Kelurahan Nagri Kaler, Kecamatan Purwakarta.
Di tempat tersebut, jajaran Kejari Purwakarta menyerahkan sejumlah bantuan berupa tali kasih, sembako dan perlengkapan sekolah.
Bantuan tersebut ditujukan untuk mendukung kebutuhan anak-anak yang tinggal di panti asuhan.
Suasana kegiatan pun berlangsung hangat. Anak-anak panti menyambut kedatangan rombongan dengan keceriaan.
“Alhamdulillah, tadi kita disambut dengan suasana penuh keceriaan yang terpancar dari senyum anak-anak yang menerima bantuan. Kami berharap bantuan ini dapat memberikan sedikit keceriaan dan dukungan bagi anak-anak di Panti Asuhan Khoerunnisa,” kata Yudhi.
Rangkaian peringatan Hari Lahir Kejaksaan RI ke-81 di Purwakarta diawali dengan kegiatan ziarah ke Taman Makam Pahlawan (TMP) Sirna Raga.
Jajaran Kejari Purwakarta bersama pengurus IAD Daerah Kabupaten Purwakarta mengikuti upacara penghormatan kepada para pahlawan.
Prosesi kemudian dilanjutkan dengan peletakan karangan bunga oleh Kajari Purwakarta sebagai pimpinan rombongan dan tabur bunga di makam para pahlawan.
Dari makam pahlawan, rangkaian kegiatan kemudian berlanjut ke masyarakat.
Urutan kegiatan tersebut memberikan pesan tersendiri. Penghormatan terhadap perjuangan para pahlawan kemudian diteruskan dengan aksi nyata berupa kepedulian kepada warga yang membutuhkan.
Hari Lahir Kejaksaan RI ke-81 tahun ini mengusung tema “Mengembalikan Kepercayaan Publik melalui Penegakan Hukum Berintegritas, Adil dan Humanis.”
Bagi Kejari Purwakarta, semangat tersebut tidak hanya berkaitan dengan pelaksanaan tugas penegakan hukum.
Kegiatan sosial menjadi salah satu cara untuk membangun kedekatan dengan masyarakat sekaligus menunjukkan bahwa institusi penegak hukum juga memiliki tanggung jawab sosial di tengah kehidupan warga.
Dari rumah seorang buruh tani lanjut usia hingga anak-anak di panti asuhan, bantuan yang diberikan mungkin tidak menyelesaikan seluruh persoalan penerima manfaat.
Namun, kehadiran langsung dan kepedulian tersebut menjadi bagian dari upaya membangun hubungan yang lebih dekat antara Kejaksaan dan masyarakat.
Peringatan Hari Lahir Kejaksaan pun akhirnya tidak berhenti pada seremoni. Di Purwakarta, momentum tersebut diisi dengan langkah sederhana: datang, melihat kebutuhan warga, lalu memberikan bantuan yang diharapkan benar-benar dirasakan manfaatnya. (yat)



