Notice: Fungsi _load_textdomain_just_in_time ditulis secara tidak benar. Pemuatan terjemahan untuk domain litespeed-cache dipicu terlalu dini. Ini biasanya merupakan indikator bahwa ada beberapa kode di plugin atau tema yang dieksekusi terlalu dini. Terjemahan harus dimuat pada tindakan init atau setelahnya. Silakan lihat Debugging di WordPress untuk informasi lebih lanjut. (Pesan ini ditambahkan pada versi 6.7.0.) in /home/rada4514/public_html/wp-includes/functions.php on line 6121

Notice: Fungsi _load_textdomain_just_in_time ditulis secara tidak benar. Pemuatan terjemahan untuk domain litespeed-cache dipicu terlalu dini. Ini biasanya merupakan indikator bahwa ada beberapa kode di plugin atau tema yang dieksekusi terlalu dini. Terjemahan harus dimuat pada tindakan init atau setelahnya. Silakan lihat Debugging di WordPress untuk informasi lebih lanjut. (Pesan ini ditambahkan pada versi 6.7.0.) in /home/rada4514/public_html/wp-includes/functions.php on line 6121
Ibu-ibu Telukmungkal Hobi Bertani - Radar Karawang
Karawang

Ibu-ibu Telukmungkal Hobi Bertani

TANAM POHON: Kegiatan anggota Kelompok Wanita Tani Dewi Pohaci, Kampung Telukmungkal, Kelurahan Tanjungmekar, Kecamatan Karawang Barat. Mereka dengan senang hati menanam pohon dan bertani.

KARAWANG, RAKA – Meski tidak punya pengalaman bertani, namun emak-emak di Kampung Telukmungkal, Kelurahan Tanjungmekar, Kecamatan Karawang Barat, gemar menanam sayuran dalam tiga bulan terakhir. Bahkan proses dari pembibitan benih hingga panen mereka lakukan secara mandiri. Emak-emak ini tergabung dalam Kelompok Wanita Tani (KWT) Dewi Pohaci.

Sang ketua, Ocah Khodijah (50) mengaku awalnya hanya ibu rumah tangga yang berkutat dengan urusan sumur, dapur, dan kasur. Selama tiga bulan ini ia bersama anggota aktif bertani, bukan hanya sayuran melainkan juga tanaman rempah, obat-obatan keluarga, dan juga buah. “Ini bukan untuk keuntungan, tapi untuk kemajuan saja. Hasil panennya dijual dan uangnya disimpan untuk kita juga untuk menanam lagi,” terangnya.

Selama tiga bulan terbentuk, emak-emak ini sudah bisa panen sebanyak tiga kali dari berbagai macam tanaman yang berbeda. Salah satunya adalah panen jagung yang baru saja mereka petik Minggu (27/12) pagi. Dengan kegiatan ini ia berharap emak-emak di lingkungannya tidak sekadar menjadi ibu rumah tangga, melainkan punya kegiatan positif lainnya yang produktif. “Selain jual sayur hasil panen, kita juga jual bibit dari hasil pembibitan kita,” tambahnya.

Anggota KWT Dewi Pohaci, Misnah (48) mengaku sebelumnya tidak punya pengalaman bertani. Namun setelah mengikuti pelatihan dan melakukannya setiap hari, semua proses bercocok tanam ini dirasa mudah. Setiap pagi ia menjalankan tugasnya di kebun, seperti membersihkan hama atau menyiram tanaman.

Selain mendapat ilmu dan pengalaman baru, silaturahmi antara emak-emak di kampung ini semakin terjalin. Mereka juga kerap berkimpul dan makan bersama yang menjadi hiburan tersendiri bagi emak-emak ini. “Harapannya dapat berjalan seterusnya, panen terus, jangan bosen,” ucapnya.

Penggagas KWT Dewi Pohaci, Sutono mengatakan, sejak dibentuk tiga bulan lalu program ini mendapat respon baik, dan dukungan dari masyarakat dan pemerintahan setempat. Perjuangan para emak-emak dari nol tanpa adanya pengetahuan dasar bertani dikatakannya tidak sia-sia. Kegiatan ini dilakukan secaara sukarela tanpa ada paksaan. “Mudah-mudahan tambah maju dan tambah kreatif ibu-ibunya,” harapnya. (din)

Related Articles

Back to top button