Karawang

Harga BBM Nonsubsidi Turun

KARAWANG, RAKA- Berbeda dengan harga BBM subsidi yang bakal dinaikkan, harga eceran BBM nonsubsidi jenis Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex resmi turun harga di seluruh Indonesia, hari ini, Kamis (1/9).
Dari laman resmi PT Pertamina (Persero), penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) dilakukan sebagai implementasi dari Keputusan Menteri (Kepmen) ESDM No. 62 K/12/MEM/2020. Aturan itu mengatur soal Formula Harga Dasar Dalam Perhitungan Harga Jual Eceran Bahan Bakar Minyak Umum Jenis Bensin dan Minyak Solar yang Disalurkan Melalui Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum. “Penyesuaian harga BBM Pertamax Turbo dan Dex Series merupakan komitmen Pertamina untuk memberikan pelayanan yang terbaik bagi masyarakat. Sekaligus, sebagai upaya kami mendorong masyarakat untuk dapat menggunakan produk-produk BBM Pertamina yang berkualitas dengan nilai angka oktan dan cetane yang tinggi, serta lebih ramah lingkungan,” kata Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga Irto Ginting.
Untuk wilayah DKI Jakarta atau daerah dengan besaran Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBBKB) 5 persen, produk jenis bensin (gasoline) Pertamax Turbo disesuaikan menjadi Rp 15.900 per liter dari sebelumnya Rp 17.900 per liter. Sedangkan untuk produk jenis solar (gasoil) yakni Dexlite, disesuaikan menjadi Rp 17.100 per liter dari yang sebelumnya di angka Rp 17.800 per liter. Sedangkan Pertamina Dex menjadi Rp 17.400 per liter dari yang sebelumnya Rp 18.900 per liter. “Harga baru BBM per 1 September 2022 yang berlaku di beberapa daerah bisa berbeda karena dipengaruhi perbedaan besaran Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBBKB) di masing-masing daerah. Penyesuaian harga merupakan upaya kami untuk terus menyediakan BBM berkualitas dengan harga yang masih paling kompetitif jika dibandingan dengan produk SPBU lain dengan kualitas setara,” terang Irto.
Adapun untuk harga BBM Subsidi (Pertalite dan Biosolar), masih sesuai dengan harga yang ditetapkan pemerintah. “Untuk BBM Subsidi, kami pastikan stok nasional aman. Kami turut menghimbau agar masyarakat dapat membeli BBM sesuai dengan kebutuhan,” tambah Irto.
Sebelumnya, kabar kenaikan harga pertalite yang akan diberlakukan, Kamis (1/9), direspon masyarakat dengan antrean di sejumlah SPBU di Kabupaten Karawang.
Berdasarkan pantauan Radar Karawang, Rabu (31/8) malam, jumlah pengendara motor dan mobil rela antre untuk mendapatkan pertalite sebelum perubahan harga terjadi. Seperti yang terpantau di SPBU Purwasari, semakin larut malam, antrean semakin mengular.
Seorang pengendara motor, Ai Abdulah (28) warga Desa Dawuan Tengah, Kecamatan Cikampek, mengaku rela antre agar bisa mendapatkan pertalite sebelum ada perubahan harga. “Iya (rela antre) karena denger-denger (pertalite) mau naik besok (hari ini) tanggal 1,” ungkapnya kepada Radar Karawang.
Ia melanjutkan, motor matic yang dia tunggangi akan diisi full tank. begitu pula sejumlah motor yang dia miliki. “Ada beberapa motor di kosan. Jadi nanti setelah ini penuh, mau balik lagi pakai motor yang lain (diisi full tank),” ujarnya.
Begitu pula di SPBU Pancawati, Jujun (26) warga Dusun Cilalung RT 014/007, Desa Mekarjaya, Kecamatan Purwasari, mengatakan dia harus rela antre 20 menit agar bisa mengisi bahan bakar jenis pertalite. “Kurang lebih tadi antre 20 menit lah baru bisa isi BBM jenis pertalite,” katanya.

Jujun menambahkan, isu harga BBM akan naik membuat SPBU di beberapa wilayah yang ada di Karawang cukup padat. “Mungkin isu BBM mau naik, jadi di beberapa SPBU padat banget antrenya,” tambahnya. (asy/nur/jpg)

Related Articles

Back to top button