
PURWAKARTA, RAKA – Dua kebakaran terjadi di Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, Kamis (20/8/2026). Kebakaran melanda kebun bambu di Kelurahan Ciseureuh, Kecamatan Purwakarta, dan lahan kebun di Desa Legokhuni, Kecamatan Wanayasa.
Kebakaran pertama terjadi di kawasan Perumahan BJI Blok BB, RT 06/14, Kelurahan Ciseureuh, sekitar pukul 10.00 WIB.
Api membakar sekitar 1.000 meter persegi dari total luas kebun sekitar 2.000 meter persegi. Material yang terbakar berupa daun bambu kering, sampah, serta sejumlah pohon bambu.
Petugas kepolisian bersama pemadam kebakaran dan warga sekitar langsung melakukan penanganan. Sebanyak dua unit mobil pemadam kebakaran Kabupaten Purwakarta dikerahkan ke lokasi.
Api berhasil dipadamkan sekitar pukul 11.30 WIB. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.
Sementara itu, kebakaran juga terjadi di Kampung Cigintung RT 07/03, Desa Legokhuni, Kecamatan Wanayasa, sekitar pukul 00.00 WIB.
Kebakaran melanda lahan kebun milik warga dengan luas area yang terbakar diperkirakan mencapai 150 meter persegi.
Personel Polsek Wanayasa bersama petugas pemadam kebakaran dan masyarakat langsung melakukan pemadaman. Setelah api berhasil dikendalikan, petugas kembali melakukan pengecekan di sekitar lokasi untuk memastikan tidak ada bara atau titik api yang dapat kembali menyala.
Belum diketahui secara pasti penyebab kedua kebakaran tersebut.
Kapolsek Purwakarta Kota Kompol Enjang Sukandi mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan selama musim kemarau. Kondisi cuaca panas dan banyaknya material kering dinilai dapat meningkatkan risiko kebakaran.
“Kami mengimbau masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar, tidak membakar sampah sembarangan dan tidak membuang puntung rokok di area yang terdapat rumput, daun atau material kering,” ujar Enjang, Kamis (20/8/2026).
Ia meminta masyarakat memastikan api benar-benar padam setelah melakukan aktivitas yang menggunakan api.
Hal senada disampaikan Kapolsek Wanayasa AKP Heppy. Menurut dia, masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap lahan yang dipenuhi rumput, daun dan material kering.
“Setelah api padam, personel tetap melakukan pengecekan di sekitar lokasi untuk mengantisipasi munculnya kembali titik api,” kata Heppy.
Kondisi musim kemarau membuat lahan dan tumbuhan kering lebih mudah terbakar. Api juga berpotensi cepat meluas apabila tertiup angin dan tidak segera ditangani.
Masyarakat diminta segera melaporkan apabila melihat asap, titik api atau aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran.
Polres Purwakarta mengingatkan warga dapat menghubungi layanan Polri 110 apabila membutuhkan bantuan kepolisian dalam situasi darurat maupun kejadian yang berpotensi mengganggu keamanan dan keselamatan masyarakat. (yat)


