
Pernah merasa jantung tiba-tiba berdegup kencang sampai terasa ke dada, leher, bahkan tenggorokan? Dalam bahasa medis, kondisi ini disebut palpitasi. Rasanya bisa muncul cuma hitungan detik, menit, atau malah lebih lama tergantung kondisi kesehatan masing-masing.
Sebenarnya, detak jantung bisa jadi indikator kesehatan Anda. Normalnya, jantung orang dewasa berdetak antara 60 sampai 100 kali per menit. Nah, saat palpitasi menyerang, detaknya jadi sangat cepat atau nggak beraturan. Meski biasanya bukan masalah serius, Anda harus segera cari bantuan medis kalau jantung berdebar ini dibarengi nyeri dada, sesak napas parah, pusing, sampai pingsan.
Biar nggak bingung, yuk kenali beberapa penyebab jantung berdebar berikut ini:
- Kasmaran atau Jatuh Cinta
Tahu tidak kalau perasaan bahagia saat jatuh cinta itu dirangsang oleh tiga bahan kimia di otak? Ada Noradrenalin yang memicu adrenalin sampai jantung berdebar dan telapak tangan berkeringat. Lalu ada dopamin yang bikin nyaman, serta Phenylethylamine yang memberikan sensasi “kupu-kupu di perut” saat di depan orang yang disukai. Jadi, kalau berdebar karena ini, itu cuma reaksi bahagia tubuh Anda. - Konsumsi Obat-obatan Tertentu
Jantung berdebar bisa jadi efek samping obat-obatan. Misalnya obat yang dijual bebas tanpa resep, obat stimulan, suplemen herbal, obat diet, dekongestan, hingga inhaler asma. - Gaya Hidup
Beberapa kebiasaan kurang sehat juga berpengaruh, seperti olahraga yang terlalu berat, merokok, konsumsi kafein atau alkohol, sampai kurang tidur. - Olahraga Berat dan Dehidrasi
Saat olahraga berat, tubuh bisa dehidrasi. Kurangnya cairan bikin darah mengental dan jantung harus kerja ekstra keras memompa darah beroksigen ke seluruh tubuh. Inilah yang bikin jantung berdetak lebih kencang. - Masalah Psikologis
Kondisi emosi seperti stres, cemas, takut, panik, atau terkejut adalah bagian dari sistem saraf otonom (ANS) yang bisa meningkatkan detak jantung secara mendadak. - Perubahan Hormon
Wanita sering mengalami ini saat menstruasi, hamil, hingga menopause. Pada masa menopause misalnya, kadar hormon estrogen yang tidak seimbang dan gejala hot flashes bisa bikin jantung berdebar kencang. - Hipertiroidisme
Ini terjadi saat kadar hormon tiroid dalam tubuh terlalu tinggi. Selain detak jantung cepat, kondisi ini biasanya disertai hipertensi yang bisa memicu nyeri dada hingga penyumbatan arteri jantung. - Demam
Saat demam, jantung bakal bekerja lebih keras untuk memastikan sirkulasi darah tetap lancar ke seluruh tubuh. - Anemia
Anemia adalah kondisi kurangnya sel darah merah yang mengandung hemoglobin untuk mengikat oksigen. Karena oksigen sedikit, jantung terpaksa memompa lebih keras agar kebutuhan oksigen tubuh terpenuhi. - Penyakit Jantung
Waspada karena jantung berdebar bisa jadi tanda penyakit serius seperti kardiomiopati, penyakit katup jantung, gagal jantung, serangan jantung, hingga aritmia.
Aritmia sendiri adalah kondisi detak jantung yang tidak teratur, terlalu kencang, atau terlalu lambat sehingga jantung tidak berfungsi baik untuk memompa darah. Kondisi ini harus segera ditangani dokter karena bisa membahayakan nyawa.



