Saluran Limbah PT ABC Ditutup Karung

TUTUP PEMBUANGAN LIMBAH: Sejumlah anggota Satgas Citarum Harum Sektor 16 dan Sektor 18 menutup saluran limbah PT ABC President Indonesia, karena membuang limbah ke Sungai Citarum.

KLARI, RAKA – Ini peringatan keras bagi perusahaan yang seenaknya membuang limbah ke Sungai Citarum. Jika membandel, siap-siap instalasi pembuangan air limbahnya ditutup paksa oleh tentara.

Seperti yang dilakukan Satgas Citarum Harum Sektor 16 dan 18, Senin (13/1) kemarin. Mereka menutup Instalasi Pembuangan Air Limbah (IPAL) PT ABC President Indonesia, karena kualitas air limbah tidak sesuai baku mutu.

Satgas Citarum Harum sektor 16 Pelda Yudi Supriatna mengatakan, beberapa waktu lalu pihaknya telah melakukan sampel air limbah yang dibuang oleh PT ABC President Indonesia ke aliran Citarum. “Ya setelah kita cek memang positif kualitas air limbahnya tidak sesuai baku mutu,” ucapnya kepada Radar Karawang.

Ia menambahkan, menindaklanjuti hal tersebut, pihaknya bekerjasama dengan Sektor 18 untuk melayangkan surat kepada pihak perusahaan untuk melakukan mediasi dalam memperbaiki kualitas air limbah. “Karena kebetulan untuk lokasi pabrik itu masuk sektor kita, sedangkan pembuangan limbah itu ada di sektor 18, maka dari itu kita harus bekerjasama untuk memberikan peringatan kepada pihak perusahaan,” tambahnya.

Ia mengaku, meski sudah beberapa kali diberikan peringatan dalam bentuk surat, rupanya pihak perusahaan tidak kunjung memperbaiki kualitas air limbah dengan dibuktikan pengecekan secara rutin oleh pihak satgas. “Kita sudah tiga kali layangkan surat peringatan, tapi sampai saat ini mereka tidak pernah merespon kita sebagai petugas,” akunya.

Untuk menindak tegas kenakalan perusahaan, atas intruksi Dansektor di masing-masing sektor, pihaknya melakukan penutupan sementara secara paksa menggunakan puluhan karung yang diisi oleh tanah dan batu. Saluran akan dibuka kembali jika pihak perusahaan berjanji akan memperbaiki kualitas air limbah sesuai baku mutu. “Kalau masih bau dan berwarna sampai kapanpun kita tidak akan buka saluran pembuangan air limbahnya,” paparnya.

Satgas CH sektor 18 Pelda Cucu Tri mengungkapkan, saat proses penutupan saluran air limbah, pihaknya merasa kesulitan karena volume air yang cukup besar. Namun dia bersama anggotanya berhasil menutup sampai air limbah tidak bisa mengalir ke arah Citarum. “Karena air ini menyebabkan kulit kita gatal, makannya kita sulit juga dengan jumlah air yang cukup besar. Tapi kita pastikan air limbah tidak akan bisa keluar sampai pihak perusahaan memperbaikinya,” pungkasnya. (mal)

Recommended For You

About the Author: Mang Raka

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *