Tanam Pohon Pisang di Tengah Jalan

DITANAMI POHON : Jalan Dusun Krajan, Desa Kiarapayung, Kecamatan Klari ditanami pohon pisang. Hal itu dilakukan sebagai bentuk kekecewaan warga atas kondisi jalan yang tidak kunjung diperbaiki.

KLARI, RAKA – Warga Dusun Krajan, Desa Kiarapayung, Kecamatan Klari terpaksa memasang pohon pisang dipertengahan jalan. Hal itu untuk mencegah untuk meminimalisir terjadinya kecelakanaan.

Warga Dusun Krajan, Desa Kiarapayung M Subhan (32) mengatakan, kondisi jalan yang menjadi jalan penghubung beberapa desa itu semakin rusak parah akibat guyuran hujan yang terjadi beberapa hari lalu. Bahkan, beberapa lubang jalan tersebut memiliki kedalaman beberapa senti meter. “Kalau sampai ngebut masuk lubang sudah dipastikan jatuh, soalnya dalem banget, kemarin juga ada yang jatuh juga warga sini karena kendaraanya hilang keseimbangan pada saat menginjak lubang jalan,” ucapnya, kepada Radar Karawang, Senin (20/1).

Ia menambahkan, selain guyuran hujan, lalu lintas truk besar milik perusahaan membuat jalan semakin parah, spesifikasi jalan dengan beban atau muatan mobil yang berlebih membuat jalan retak dan bergelombang. “Soalnya jalan ini penghubung Desa Walahar dan Gintungkerta yang memang kedua desa ini memiliki kawasan perusahaan, makannya banyak sekali mobil besar lewat,” tambahnya.

Ia mengaku, untuk mencegah agar tidak terjadinya kecelakaan yang terlalu parah, pihaknya memberikan rambu-rambu menggunakan pohon pisang dan kardus, sehingga para pengendara dapat melihat dan memberikan tanda beberapa titik lubang di jalan tersebut. “Sebenarnya tidak aman sih, cuma kalau tidak dikasih tanda akan membuat pengendara lebih berbahaya,” akunya.

Dia berharap, jalan yang menjadi tanggungjawab pemerintah kabupaten itu dapat segera diperbaiki. Pasalnya, keberadaan jalan menjadi salah satu akses utama untuk warga di beberapa desa saat hendak pergi bekerja bahkan aktivitas sekolah. “Bulan-bulan lalu saja di Purwasari ada yang meninggal akibat jalan rusak, saya tidak mau di wilayah kita ini ada kejadian seperti itu juga, semoga warga bisa mendengarkan apa yang menjadi keluhan kita sebagai warga,” paparnya.

Sementara itu, warga Dusun Walahar 1 RT 03/01, Desa Walahar Gandul (29) mengungkapkan, Setiap hari ia menggunakan jalan tersebut untuk pergi berbelanja keperluan warungnya kopinya, sehingga ia harus berhati-hati saat melintasi jalan yeng dipenuhi batu krikil itu. “Sekarang mau lewat Pasar Kosambi terlalu jauh, mau lewat situ takut jatuh, soalnya jumlah belanjaan saya banyak, agar tidak jatuh saya harus sabar, soalngga nggak bisa nyalip takutnya masuk kubangan air,” pungkasnya. (mal)

Recommended For You

About the Author: Mang Raka

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *