HEADLINEKarawang
Trending

Listrik Sering Mati, Usaha Konveksi Topi di Kotabaru Karawang Terancam Merugi

KARAWANG, RAKA – Pemadaman listrik yang terjadi dalam beberapa hari terakhir di wilayah Kecamatan Kotabaru, Kabupaten Karawang, menuai keluhan dari para pekerja dan pelaku usaha konveksi topi.

Gangguan pasokan listrik menghambat proses produksi, menurunkan pendapatan, hingga mengancam keterlambatan pengiriman pesanan kepada pelanggan.

Salah seorang penjahit topi di Kotabaru, Junaedi, mengaku sangat terdampak dengan pemadaman listrik yang terjadi hampir setiap hari. Menurutnya, sebagian besar proses produksi bergantung pada mesin jahit dan peralatan yang menggunakan tenaga listrik.

Baca Juga: KA Pandalungan 2 Resmi Beroperasi 18 Juni 2026: Cek Jadwal, Rute, dan Harga Tiketnya

“Sudah beberapa hari ini listrik sering padam. Kami sangat merugi karena pekerjaan jadi terhambat. Kalau listrik mati, mesin tidak bisa digunakan dan produksi otomatis berhenti,”katanya, Kamis (18/6).

Junaedi mengatakan, kondisi tersebut membuat target produksi sulit tercapai. Akibatnya, penghasilan para pekerja ikut menurun karena jumlah produksi topi jauh berkurang dari hari biasnaya.

“Biasanya dalam sehari bisa menyelesaikan banyak pesanan. Sekarang hasilnya menurun karena waktu kerja terpotong akibat pemadaman. Penghasilan kami juga ikut berkurang,” katanya.

Ia menilai pemadaman yang terjadi berulang kali sangat memberatkan masyarakat, terlebih seluruh pelanggan tetap harus membayar tagihan listrik tepat waktu.

“Kami selalu membayar listrik tepat waktu, tetapi ketika listrik sering padam justru kami yang menanggung kerugiannya. Pesanan jadi terlambat, pekerjaan terganggu, sementara kebutuhan hidup tetap harus berjalan,” keluhnya.

Menurut Junaedi, jika kondisi tersebut terus berlanjut, bukan hanya pekerja yang terdampak, tetapi juga keberlangsungan usaha konveksi yang menjadi sumber penghidupan banyak warga di wilayah tersebut.

“Kami berharap ada penjelasan dan solusi dari PLN. Jangan sampai pemadaman yang terus berulang membuat usaha kecil semakin terpuruk dan pekerja kehilangan penghasilan,” tegasnya.

Keluhan serupa disampaikan pengusaha konveksi topi, Suryana. Ia mengaku pemadaman listrik telah mengganggu jadwal produksi dan pengiriman barang kepada para pelanggan.

Tonton Juga: EKSKUL UNIK TAPI JUARA! RAHASIA SMK LENTERA BANGSA DI OLAHRAGA TEROMPAH

“Pemadaman listrik ini sangat merugikan. Produksi tidak bisa berjalan normal sehingga pengiriman topi kepada pelanggan sering tidak tepat waktu,” ujarnya.

Menurut Suryana, keterlambatan pengiriman dapat berdampak pada kepercayaan pelanggan dan berpotensi mengurangi pesanan di masa mendatang. Padahal industri konveksi sangat bergantung pada ketepatan waktu produksi.

“Kalau pesanan terlambat sampai ke pelanggan, yang dipertaruhkan bukan hanya keuntungan, tetapi juga kepercayaan konsumen. Jika kondisi ini terus terjadi, kami khawatir pelanggan beralih ke produsen lain,” katanya.

Ia berharap PLN dapat segera melakukan evaluasi dan memberikan kepastian terkait penyebab maupun jadwal pemadaman agar pelaku usaha bisa mengatur proses produksi dengan lebih baik.

“Kalau memang ada perbaikan jaringan, sampaikan secara terbuka dan jauh-jauh hari. Jangan sampai pelaku usaha dan pekerja terus menjadi pihak yang menanggung kerugian akibat pemadaman yang berulang,”tutupnya.

Selain itu, Koordinator PLN Cikampek Hery saat dikonfirmasi yang bersangkutan belum memberikan keterangan. (zal)

Related Articles

Back to top button